Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Niat dan Doa Mandi wajib : Begini Tata Cara Melaksanakan

Konten [Tampil]
Niat, doa dan Tata cara Mandi Wajib
Ilustrasi Mandi Wajib/ Okezone Muslim/ Repost by Seribupena
Islam adalah salah satu agama yang sangat memerhatikan masalah bersuci salah satunya adalah Mandi Wajib atau Junub.

Secara bahasa mandi wajib sering disebut Al-gushl , yang bermakna  mengguyurkan air ke seluruh anggota badan dengan tata cara tertentu sesuai syariat islam dengan tujuan membersihkan hadas atau kotoran. 

Hadas sendiri dibagi menjadi 2 yaitu; Hadas besar dan hadas kecil. Nah, Hadas besar ini diharuskan seseorang muslim mandi wajib. Sedangkan hadas kecil cukup dibersihkan dengan Wudhu.

Seorang muslim yang memiliki hadas, maka tidak dibolehkan untuk melakukan ibadah  misalnya salat, mendekati masjid, melakukan thawaf, membaca al-quran, menyentuh mushaf atau ibadah lainnya.

Nah, dalam artikel ini akan disajikan materi tentang Niat dan Mandi wajib :Begini Tata Cara Melaksanakan. 

Berikut ini Dalil tentang Mandi Wajib : 

Allah SWT dalam QS al-Maidah ayat 6, "Dan jika kamu junub, maka mandilah."

Allah berfirman dalam QS. An-Nisa: 43 yang menyuruh Muslim untuk melaksanakan tata cara mandi junub. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi." 

"Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun."

Nabi SAW pernah bersabda dalam HR Muslim, "Jika seseorang duduk di antara empat anggota badan istrinya (maksudnya menyetubuhi istrinya), lalu bersungguh-sungguh kepadanya maka wajib baginya mandi walaupun tidak keluar mani."

Dalam HR Bukhari, Nabi pernah berkata pada Fatimah binti Abi Hubaisy, "Apabila kamu datang haid, hendaklah kamu meninggalkan shalat. Apabila darah haid berhenti, hendaklah kamu mandi dan mendirikan shalat."

Dari Qois bin Ashim ra dalam HR Tirmidzi, "Beliau masuk Islam, lantas Nabi SAW memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (bidara)."

Dalam HR Muslim Ummu Salamah pun meriwayatkan , "Saya berkata, wahai Rasulullah, aku seorang wanita yang mengepang rambut kepalaku, apakah aku harus membuka kepangku ketika mandi junub?" Beliau bersabda, 'Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu mengguyur air pada kepalamu tiga kali, kemudian guyurlah yang lainnya dengan air, maka kamu telah suci.'"

Jadi, Kapan Seseorang harus Mandi Wajib? 

Berdasarkan dalil yang dikutip di atas, islam telah ditentukan hukum bagi seseorang untuk melaksankan mandi wajib. Sedikitnya ada 7 perkara seseorang mengapa harus mandi wajib. 
  1. Mandi Wajib Setelah Bercinta ( Bersetubuh/Jima') 
  2. Keluarnya Mani dari kemaluan Seseorang 
  3. Setelah Wanita menjalani Nifas atau Bersalin 
  4. Setelah Bayi Lahir atau Wiladah
  5. Mati atau meninggal dunia 
Terdapat beberapa niat dalam mandi wajib. Hal tersebut menyesuaikan kondisi mengapa seseorang mandi wajib. 

1. Niat Mandi Wajib secara umum 

Bismillahirrohmanirrohim Nawaitul Ghusla Lirof’il Hadatsil Akbari Fardol Lillahi Ta’ala.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Artinya: “Sengaja aku mandi untuk membersihkan hadats besar dari seluruh tubuhku fardhu karena Allah ta ‘ala”.

2. Niat Mandi Wajib Karena Haid 

Bismillahirrohmanirrohim Nawaitul Ghusla Lirof’il Hadatsil Haydi Fardol Lillahi Ta’ala.
Artinya: “Sengaja Aku Mandi Untuk Mengangkat Hadats Haydh ( Haid ) Fardhu karena Alloh Ta’ala”
3. Niat Mandi Wajib Setelah Nifas 

Bismillahirrohmanirrohim Nawaitul Ghusla Lirof’il Hadatsil Nifasi Fardol Lillahi Ta’ala 
Artinya: “Sengaja Aku mandi untuk mengangkat hadats nifas fardhu karena Alloh Ta’ala”
4. Niat Mandi Wajib Setelah Bayi Lahir

Bismillahirrohmanirrohim Nawaitul Ghusla Lirof’il Hadatsil Wiladati Fardol Lillahi Ta’ala 
Artinya: “Sengaja Aku mandi untuk mengangkat hadats wailadah fardhu karena Alloh Ta’ala”

Tata Cara Mandi Wajib atau Junub

Mandi wajib berbeda dengan mandi biasa. Mandi wajib ada rukun yang harus dipenuhi sebagai syarat sahnya mandi. Untuk kondisi mandi wajin setelah bercinta, berikut langkah-langkahnya.

1. Melafalkan Niat Mandi Wajib setelah Bersetubuh atau Bercinta

Untuk perkara niat, boleh dilafalkan dengan jelas atau bisa juga dalam hati sambil dipandu jiwa untuk memahami niatan. 

2. Basulah  dua telapak tangan sebanyak tiga kali 

Tangan adalah anggota pertama yang harus dibersihkan. Sebab tangan inilah yang akan digunakan membersihkan daerah tubuh yang lain. Oleh sebab itu, harus dibersihkan lebih awal. 

3. Membersihkan Kemaluan atau Area Kotor

Setelah bercinta, area yang harus dibersihkan adalah kemaluan. Karena ini bagian yang digunakan saat melakukan ibadah suami istri. Basuhkan sebersih mungkin. Bisa menggunakan sabun secukupnya. Jika kamu mandi karen Haid, maka berusahalah bawah kapans untuk membersihkan daerah kemaluan. Barulah ditambah dengan sabun pembersih. 

4. Mengambil Air Wudhu
Saat sudah membersihkan area kemaluan maka boleh mengambil air wudhu untuk bersuci awal. Setelah itu nanti akan dilakukan langkah menguyur air ke seluruh bagian tubuh dari kepala ke ujung kaki. 

5. Menyiramkan air ke seluruh anggota tubuh

Untuk menyiramkan air keseluruh bagian tubuh harus dipastikan semuanya basah atau terkena air. Jangan sampai ada bagian yang tidak kena. Artinya ujung rambut harus basah semua hingga ujung kaki. Tidak ada yang terkecuali.  

Manfat Mandi Wajib atau Junub 

Dalam islam, sebuah perintah selalu membawa manfaat bagi yang melaksanakannya, termasuk mandi wajib. Dikutip dari bincangsyariah, Ada beberapa manfaat sebagiamana yang bisa didapat dari mandi Wajib atau Junub antara lain:

1. Manfaat Ibadah

Mandi Wajib termasuk Ibadah seperti Wudhu. Dalil yang merujuk hal tersebut adalah perintah Allah dalam Alquran QS. Al-Maidah [5]: 6. 

2. Manfat Kebersihan Tubuh untuk Kesehatan 

Hal tesebut seiring dengan anjuran islam agar muslim selalu menjaga kebersihan baik itu perintah membersihkan diri maupun lingkungan. Bahkan sosok ulama besar,  Syekh Muhyiddin juga mengutip ungkapan ulama, اَلنَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ kebersihan sebagai dari iman.

3. Tubuh Lebih Segar
Setelah mandi memang tubuh akan sangat segar dan berenergi. Kita akan dijauhkan dari sifat malas. 

Posting Komentar untuk "Niat dan Doa Mandi wajib : Begini Tata Cara Melaksanakan"