Novel Kembara Rindu Karya Kang Abik / Habiburrahman El Shirazy

Konten [Tampil]

Download Novel Kembara Rindu ebook Seribupena.com - Novel Kembara rindu ini diterbitkan oleh Republika di tahun 2019. Novel setebal 266 halaman ini merupakan karya Kang abik atau dikenal dengan sebutan Habiburrahman El shirazy. Beliau juga adalah penulis serial cinta novel ketika Cinta Bertasbih, ayat-ayat cinta yang sebelumnya juga pernah populer.

Kisah Dalam Novel Kembara Rindu

Kisah dalam novel ini dimulai dari seorang tokoh bernama Nurus Syifa, seorang gadis kecil yang terpaksa harus putus sekolah hanya karena persoalan ekonomi. Setelah menjadi yatim piatu kehidupan Syifa berubah.

Dia menjadi tulang punggung keluarga. Dia harus jual gorengan dan minuman satu tempat ke tempat yang lain untuk bertahan hidup.

Meskipun menjadi anak yan putus sekolah bukan berarti hilang harapannya untuk belajar. Dia hanya bersabar sampai suatu hari akhirnya dia bisa melanjutkan sekolah lagi di sebuah pesantren menghafal Alquran.

Secara kesuluruhan, novel ini memang memantulkan kebersihan jiwa tokoh-tokoh yang tampil. Persoalan hidup dan cara mereka menghadapi kenyataan menjadi asupan jiwa kita yang kadang tidak bersyukur. 


Selain itu novel ini banyak menonjolkan wilayah provinsi Lampung. Banyak detail-detail cerita menggambarkan sebuah daerah. Jadi ketika membaca novel ini tidak hanya berkisah tentang rindu dan cinta, juga menyajikan kearifan lokal.

Secara khusus, novel ini memang tidak lepas dari ciri khas dari Kang abik. Novel ini masih satu tema besar tentang kehidupan para santri. Kelihatannya Kang abik akan terus mengkampanyekan kehidupan para santri sebagai pilihan ideal dalam karyanya. Terlihat gambaran ini juga ditemukan di beberapa karya Kang Abik sebelumnya.

Nilai moral yang terdapat dalam novel ini tentu masih menarasikan kisah orang-orang sholeh yang menjadi teladan.

Kata-kata bijak Dalam Novel Kembara Rindu

Anak panah kalau tidak dilepas dari busurnya tidak akan pernah sampai pada sasarannya. Demikian juga dengan manusia, jika tidak berani merantau untuk mencari ilmu maka dia tidak akan pernah meraih gemilangnya kamu harus belajar banyak pengalaman.

”Akal sehat dan kewaspadaan itu sangat penting untuk menjaga keamanan dan keselamatan!” (Hal:103)

Satu-satunya hal yang bisa membungkam mulut-mulut yang miring adalah sebuah keberhasilan, sebuah prestasi. Ia harus berhasil. (Hal: 134)

Makmurkan mesjid depan rumahmu itu! Kau makmurkan rumah Allah, maka Allah akan memakmurkan hidupmu! Jangan khawatir tentang rezeki Allah. Ingat, lebah di dalam hutan, bahkan di lereng tebing gunung saja, diberi rezeki oleh Allah. (Hal: 214-215)

Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah! Jangan pernah tinggi hati. Kalau kau nanti dijahati orang, jangan membalas. Biarlah Allah yang menangani. (Hal: 215)
SHARE

Posting Komentar

Silakan berikan komentar. Centang kotak "Notify me" untuk mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel