Resensi Buku Seni Melayani Curhat Karya Faisal Dwikusuma

.Buku Seni Melayani Curhat

Resensi Buku - Saya tuh iseng-iseng membuka beranda instagram dan ketemu info buku baru yang bagus untuk pengembangan karakter diri. Buku ini berjudul Seni Melayani Curhat yang diterbitkan Gramedia tahun 2020.

Dari prolog yang saya baca, buku ini adalah buku yang membahas bagaimana logika dan perasaan. Dengan membaca buku ini, seseorang diharapkan bisa menempatkan diri dalam memahami curhat orang lain.

Info lebih lengkap, Berikut ini saya lampirkan prolog bukunya langsung. 

Prolog Buku Seni Melayani Curhat

Counsellovers, saya pernah nggak sengaja membaca status update teman saya di akun Facebook-nya.

Dia bertanya, mengapa
muncul pertanyaan "Whats on your mind?" ketika kita akan menulis status?

Seketika itu, kepala saya agak muter-muter
memikirkan pertanyaan itu.

Dalam hati, Ya iyalah "What's on
your mind? Kalau nggak itu, memang apa lagi? Rasa penasaran

saya pun hilang ketika dia mengutarakan jawabannya, "Ya, apa yang Anda pikirkan, bukan apa yang Anda rasakan.

Kita diminta berbagi ide dan pemikiran yang bermanfaat, bukan berbagi emosi atau perasaan kita.

" Iya juga ya, pikir saya.

Counsellovers, begitulah manusia, nyatanya memang nggak pernah lepas dari yang namanya perasaan.

Istilah "baper pun udah nggak asing di telinga masyarakat kita terutama kalangan
remaja.

Pakar perilaku manusia ternama, Dale Carnegie, aja pernah bilang kalau berhadapan dengan manusia, ingatlah

bahwa ia adalah 'makhluk emosi, bukan semata-mata"makhluk
logika'.

Emosi atau perasaan kita sebagai manusia bisa tersalurkan dalam bentuk kegiatan atau ibadah, seperti menulis, menggambar, mewarnai, memanjatkan doa, atau semacamnya.

Selain itu, sesama manusia pun bisa jadi tempat menyalurkan emosi alias tempat curhat yang sitatnya sementara.

Bicara soal tempat curhat, apakah ada aturan mainnya?

Seperti yang saya sampaikan dalam buku sebelumnya, nggak ada
syarat mutlak untuk menjadi tempat curhat yang baik dan benar.

Begitu pun buku berjudul Seni Melayani Curhat yang sekadar
buah pemikiran "liar" Penulis ini.

Rangkaian pengalaman dalam
buku ini semata-mata sebagai bahan retleksi dan evaluasi dalam melayani curhat,

bukan untuk dijiplak atau diikuti sepenuhnya karena kondisi bisa aja berbeda dan manusia yang curhat pada
kita pun senantiasa "unik.

Counsellovers, kok konselor dikaitkan dengan curhat sih?

Memang konseling sama dengan curhat, ya?

Eitss, jangan salah kaprah. Buku ini sama sekali nggak bermaksud menyamakan
konseling dengan istilah curhat.

Konseling dan curhat jelas berbeda. Namun, dalam hubungan konseling senantiasa ada
proses mencurahkan isi pikiran dan/atau perasaan layaknya

orang curhat, setujuuu?

Counsellovers, ingat! Melalui buku ini, saya hanya menggambarkan sosok konselor dalam konteks atau perannya sebagai
pelayan curhat yang amat terbatas.

Artinya, saya nggak bermaksud mewakili atau memberikan gambaran sosok konselor secara keseluruhan

karena ranah keilmuan bimbingan dan konseling beserta profesi konselor sangatlah luas.

So, silakan nikmati alur-
nya dan selamat nmembaca.
Salam Konselor Curhat!


Demikian informasi terkait buku baru. Semoga bermanfaat dan kita bisa membeli bukunya.
Buku Seni Melayani Curhat Karya Faisal Dwikusuma - PDF Download - Review dan Resensi