Hilangnya Satu Cinta tidak Akan Membuatmu Mati, Tegarlah Boy!


Seribupena.com - Saya punya teman. Orangnya melankolis level error. Baru saja ditinggal kekasih, dunia terasa neraka baginya. Seolah-olah setiap jengkal tanah di bumi ini adalah bara api yang siap melumat telapak kakinya.

Hal yang menjengkelkan bagi saya bahwa seolah-seolah wanita yang baru saja pergi dalam hidupnya adalah wanita terakhir yang diutus Tuhan untuknya. Bukankah ini berlebihan?

Aduhai kawan! matamu kau taruh di mana. Apa selama ini kamu hanya memandang dunia ini sejauh kornea matamu menjangkau cahaya?

Ah tidak! Saya tidak sedang menceramahimu kawan. Saya hanya ingin kau bangkit dan tegak busungkan dada, serta meyakinkan diri bahwa kepergian satu orang yang kau kasihi itu tidak lantas membuat dunia ini hancur. Masih ada kesempatan menemukan wanita yang jauh lebih baik dan layak. Setidaknya sebagai pendamping hidupmu.

Bolehlah kau beriba hati, bahwa dia adalah wanita paripurna di dalam hatimu. Tapi juga kau tidak bisa melawan fakta bahwa dia sudah pergi. Meninggalkanmu dalam ruang kebingungan yang berlebih. Lalu, mengapa kau harus menggantungkan harapan pada wanita yang tangannya saja tak ingin menggapaimu yang jatuh terpuruk? Tinggalkan!

Ingat kawan! Dalam memilih pasangan hidup, kau harus pastikan bahwa orang yang sedang kau kasihi, kau cintai, kau kagumi, memang benar-benar pantas diperjuangkan. Jangan sampai semua yang kau rasakan itu hanya sesaat dan berlaku di saat kalian punya segala hal untuk dinikmati. Entah bagaimana nantinya kalian menjalani hubungan di saat kalian tidak punya apa-apa. Bisa jadi pertengkaran saja setiap harinya.

Kalau dalam beberapa bulan saja kalian tidak bisa membangun visi hidup masa depan, bagaimana nantinya kalian akan menikah? Apakah kalian pikir hidup ini hanya sebuah episode uji coba, kalau gagal coba lagi. Hellowww brother! hidup ini bukan Ale-ale, yang kalau gagal dapat undian bisa coba lagi. Pun demikian dengan menikah. Ketika gagal bukan berarti coba menikah lagi. Kau hanya punya satu kali dalam memilih, dan itu akan menjadi takdirmu. Adapun kau mencintai kedua kali, sejatinya yang datang kedua hanya pelengkap kenangan orang pertama. Kau tidak bisa pungkiri itu.

Jujur saja!
sebagai lelaki, yang juga sebangsa dengan dirimu, saya cukup marah melihatmu seolah menghiba pada satu wanita. Tidak sampai tega saya melihatmu jadi pemurung, suka memikirkan hal-hal yang harusnya tidak menjadi beban pikiran. Apalagi melihatmu seolah hilang arah dalam beraktivitas. Duduk di ruang belajar tapi pikiranmu entah mengembara ke mana. Saya jadi bersedih melihatnya.

Saya memang paham, cinta kadangkala memutuskan kabel nalar berpikir. Tapi, juga jangan lupa, tidak semua cinta harus diperjuangkan. Kadangkala kamu juga harus tahu, bahwa wanita yang sedang bersamamu selama ini, memang pantas untuk memperoleh segala cintamu atau tidak. Kalau tidak ya tinggalkan. Tidak perlu berlama-lama menangisi wanita itu. Ibarat sebuah bus, kau tidak mesti menangisi bus yang sudah lewat. Kau hanya perlu sabar sedikit, nanti juga ada bus lain yang akan mampir. Dan dialah mungkin cinta yang harusnya kau perjuangkan. Iya kan?

Saya sendiri pernah jatuh cinta, tapi tidak sesendu yang kau miliki. Paling satu dua minggu saya merasakan kehilangan, setelah itu saya bangkit. Menata kembali apa yang telah berantakan dan kembali menyusun puzzle harapan dengan tokoh yang baru. Begitu seterusnya ketika saya gagal dalam membuat peta sebuah relasi hati.

Kawan!
Dia yang pergi, sejatinya bukanlah orang yang layak kau perjuangkan. Ingat itu! harusnya, yang patut bersedih adalah dia yang pergi. Karena belum tentu dia akan menemukan lelaki yang akan mencintainya melebihi hati yang kau miliki. Sehingga, mulai saat ini bangkitlah! Jadilah lelaki yang tegar! lelaki yang masih bisa tersenyum menyambut fatar yang terkekeh dari balik awan pagi.

Soal jatuh cinta, saya juga pernah mengagumi wanita di masa remaja, sama sepertimu. Tapi, kepergian mereka tidak lantas membuat air mata ini habis di kelopak mata. Tidak sampai mengersangkan bulu mata. Tidak sampai begitu. Karena saya tahu, di setiap yang pergi, ada orang yang tengah bersiap datang, termasuk mengetuk hatimu. Yang kau butuhkan adalah membiarkan dia masuk dengan hati yang lapang. Itu saja!

Okey, semangat! Josh!
Jangan lembek lagi ya. Salam dari papa Muda!