Puisi : Gitar, Buku dan Sebuah Kenangan - SERIBUPENA.COM

Puisi : Gitar, Buku dan Sebuah Kenangan


Ramadhan pertama adalah rindu.
Ramadhan pertama adalah sepi.
Sebab yang dicinta kala itu sedang jauh dari pandangan. Ia pergi ke rumah sang ibu, memulai bulan suci dengan keluarga. Sedang aku, terkunci sendiri, di ruang sepi. Ini kutulis bukan untuk mengeluh. Tapi, ini adalah bahasa rinduku, padanya, yang di ujung sana.

Kubuatkan puisi ini untukmu kekasih. Bacalah dengan hatimu yang tenang. Bismillah....

Gitar, Buku dan Sebuah Kenangan

Hanya kita yang tahu.
Sebab kita adalah pelakonnya.
Kenangan ini menguap ke langit-langit rumah.
Diam, tapi bergema dalam bait syair lagumu
Kalau kau bersenandung, merdunya tiada dua
Walau pun kutahu pasti suaramu agak serak

Hanya kita yang tahu
sebuah malam, tentang impian
Kelak ada lagu yang menjadi cerita
Kita ikat dalam melodi kisah
Kita dendangan dengan nada ketulusan

Lagi, hanya kita yang tahu
di lembaran buku, di utas-utas tali senar.
Tersimpan sejuta kenangan
Dan, hanya kita yang tahu.
Pejamkan matamu, dan sebutlah
"Cinta, kumerindukanmu"  

* Puisi untuk Istri : Narty Aza ( 06 - 06 - 2016 )
* Saat Kita Terpisah, Rindu adalah Jembatan Hati