/* Posisi Kode di Sini */

Puisi Romantis : Senandung Rindu Penuh Cahaya Karya Kelas Menulis Puisi

Konten [Tampilkan]


HUJAN RINDU
Oleh : Kayla Mubara

Bulir-bulir rasa menggunjang gelora
Kian lama bertambah besar kisarannya
Detak dalam dada menjelma lagu syahdu diiringi nestapa
Denting jiwa menjelma tabuh, menggiring napas menuju surga
Aliran darah bertasbih dalam takwa
Begitu anggun menderma do'a

Alam memuji, malaikat menyanjung
Makhluk-makhluk lain tertunduk dalam senandung
Benda-benda langit tunduk
Penghuni bumi mengangguk takjub
Dia melambai dalam sahaja
Menyelimuti di dengan puji dan puja

Kilatan dua kornea mendamaikan rasa
Teduhnya kata mengobati luka 
Santun langkah melingkupi dedo'a
Menunduk tanpa direndahkan
Mendongak bukan sebak congkak
Dia menikmati satu musim salih dalam hidu[pnya

Hujan rindu turun setiap waktu
Menyapa basahnya bait pinta menuju ars-Nya
Bahkan volumenya dinamis
Tiada menimbulkan luka apalagi tangis
Membekaskan getar yang melankolis
Tinggalkan tapak-tapak rindu di balik gerimis

HUJAN CAHAYA
Oleh : Kayla Mubara

Aku tersungkur dalam lumpur nista
Menggelepar dalam raga berlumur dosa
Menyeret luka 
Mengharap lara segera sirna
Menahan aib dari telunjuk-telunjuk tak bertuan
Memendam gejolak tuk lebur bersama cita
Adakah jelaga akan luruh
Bila kemarau kelam memayungi harap

Tuhan
Anugerahkan hamba titik-titik gerimis cahaya
Kan kubiarkan lumpur ini luruh
Bersama waktu yang mengiringi langakah ke mana berlabuh
Pada-Mu aku kini mengaduh
Kirimkanlah hujan cahaya
Agar dosa larut dan tak kembali menelikung raga

Duhai Sang Pencipta
Hamba di sini menikmati tempias-tempias bening
Istiqamahkan hamba dalam jalan yang Kau bimbing
Hingga roda dunia tak lagi menggelinding
Teguhkan hati ini senantiasa tak berpaling

Yk-09122014


SENANDUNG HUJAN
Oleh: Tati Putri Apriyanti

Hujan ...
Kini awan gelap menaungi hidupku
Bersama badaimu menakutkan
Inikah Takdir asmaraku?
Sungguh perih tak terelakan

Hujan ...
Jika engkau merupa kesulitan
Matahari merupa kebahagiaan
Maka kubutuhkan kalian untuk
Melihat keindahan sang Pelangi

Hujan ...
Rinaimu teduhkan hati kian rapuh
Segarkan jiwanya yang kian beku
Hilangkan duka berpeluh
Lambaikan salam asmara kasihku

Hujan ...
Hantarkanku pada harapan
Seraya tengadahkan tangan
Berharap kebaikan dari Tuhan
Allahumma Shoyiban Nafi'an.

Kebumen, 9 Desember 2014
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Komentar

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel