Contoh Puisi Tentang Kesetiaan dan Hujan Cemburu


Contoh Puisi

Puisi Cemburu - Kali ini saya berbagi contoh puisi tentang kesetiaan dan Hujan karya mbak Mawar Dani dan Karya saya sendiri. Puisi ini dikumpulkan dan diterbitkan ketika kami masih aktif belajar menulis di komunitas Bisa Menulis. Semoga menginspirasi ya.

Puisi : Hujan Cemburu

Oleh : Mawar Dani

Kembali kudiami sepi
Menikmati senja tadi bersama hujan
Membolak-balik secangkir teh buat jomblo dengan tatapan
kosong

Aih, debar-debar cemburu menggodaku
Mendapati hatiku penuh kecamuk
Serupa menggenggam bara 

Entahlah
Kutengadahkan tangan ke langit
Aku ingin bercanda pada hujan
Kutangkap titik demi titik bening 
“ Bolehkah bercakap-cakap denganmu tentang dia?” tanyaku

Berkali-kali aku mengatakan
Cemburu lebih sakit dari pada patah hati
Mengerti akan diri lebih rumit dibanding orang lain
Dan nyatanya membohongi diri sendiri itu lebih sakit

Pada akhirnya, airmata menghujani pipiku
Aku basah dalam resah
Inilah sebentuk nyata kekhawatiran tentang dia

Duhai hujan, pergilah!
Aku ingin menyambut pelangi
Ada kata yang ingin kusampaikan
Bersebab cinta yang bersarang di hatiku, rindu dan cemburuku
padanya melebihi tujuh warna keabadian*
*) Bait puisi dikutip dari karya Dani Sukma AS
Medan, 09/12/2014

Puisi : Setia Pada Hujan

Oleh : Mawar Dani

Tenanglah malam karena aku selalu menyambut sepimu
Ini adalah kesunyian yang aku rindukan
Malam dan sunyi
Sekawanan yang menghadiahi damai

Malam ini, entah pada penanggalan ke berapa dan bulan apa
kita telah lewati
Aku dan kau masih pada kata berbilang entah yang tersembunyi
dibalik takdir sepi
Setia adalah janji pasti yang terucap dalam tiap sujudku

Ah … hujan kembali turun
Seperti ribuan rintiknya, sajak yang tercipta untukmu tak
terhitung lagi

Seperti pepohon yang bertahan hidup di musim kemarau lalu
merindukan hujan
Begitu pun aku
Kau adalah hujan yang selalu kunanti

Medan, 09/12/2014
 ------------------------

Puisi : Fakir Miskin Kesetiaan

Setia 
Adalah jalan putus asa
Menitipkannya pada orang yang salah
Bisa membawa petaka
Luka sepanjang hayat 
tidur tak lagi mendengkur
Hidup selalu diatur 
demi setia 

Setia
Adalah kata paling fakir dalam cinta
Menuntut ini dan itu tidak berkesudahan
Payah tak dipandang
Bahagia kadang hanya sedetik
Sisanya duka tak berbilang 

Setia
Adalah penjara dalam cinta
Memikulnya teramat sulit
Kesana kemari dihantui
Wajah menghadap satu arah
Tak boleh mata melirik
Akhirnya mirip mata kuda
Pandangan satu arah
Dicambuki pula 

Setia
Adalah jalan abadi pada tuhan
Tak boleh mendua
musabab kafir menanti 
Di ujung namamu

Setia 
Rupanya mematikan nurani
Memutus pilihan-pilihan hidup
Menjadi budak pikiran
Jadilah senasib sapi perah
atas nama setia

Setia pada majikan
Setia pada pacar
Setia pada tuhan
Lalu, kapan kamu setia pada diri sendiri?

Idrus Dama 
Gorontalo, 24 Juli 2021

Puisi : Suami Setia ( Setan Seperti Dia)

Ah, lelaki macam dia tak perlu dipuja 
Kubur istrinya masih basah 
dia sudah pindah rasa
pada wanita lain

Dulu duduk berhimpit-himpit
Tangan merangkul-rangkul
Berkhutbah
Ini istriku...ini istriku...
Paling kucinta 
Hey, perutku mual kata-kata selokan itu

Suami setia
Katamu sebelum pergi abadi
Kusimpan kata-katamu
Hingga tabungan rinduku habis
Kenyataan suamimu beristri lagi

Mungkin kau sedang menggugat Tuhan
Ingin hidup menagih setia suami
Seperti penagih hutang harian yang tak kunjung lunas
Meronta di kubur dan bilang ditipu

Jangan bangkit lagi
Biarkan aku yang tuntaskan dendam setiamu
Meskipun aku pacar yang kau buang
Dalam tumpukan sampah kenangan
yang tak pernah hilang
Aku lebih setia 
Bangsa setan!

Idrus Dama 
Gorontalo, 24 Juli 2021

Puisi : Setiamu Cuman Secangkir Kopi 

Setiamu serupa secangkir kopi
Enak diseduh saat panas
Bikin mual diseduh saat dingin 

Setiamu serupa secangkir kopi
Hatiku diaduk penuh harapan
Manisnya menjanjikan kenikmatan 
Buktinya dadaku sesak
Jantungku berdetak lebih kencang
Tidurku terganggu
Ingin menutup mata
Hati berdialog tak henti
Akhirnya mataku dicium setan
Terus terbuka

Setiamu serupa secangkir kopi
Gemuruh alirnya menggoda sesaat
Teramat panas dan membakar ujung lidah
Mau dibuang sayang
Habis modalku
untuk ongkos setiamu yang sesaat 

Sialan!

Idrus Dama
Gorontalo, 24 juli 2021

Sahabat, mungkin itu saja dulu puisi tentang Kesetiaan yang bisa kami bagikan. Semoga ada karya puisi lainnya yang bisa kami tambahkan untuk artikel puisi romantis, rindu dan kesetiaan untuk melengkapi. Terima kasih.