Seribupena.com

Kanal Informasi Pendidikan, Kesehatan, Teknologi dan Bisnis

Terbaru
  • Memuat berita terbaru...
[Iklan Khusus Postingan]

10 Tips Agar Blogger atau Blog Kamu Tidak Dihapus Google

10 Tips Agar Blogger atau Blog Kamu Tidak Dihapus Google

Ada satu kebiasaan kecil yang dulu selalu saya tunda.

Backup blog.

Setiap kali melihat menu pencadangan di Blogger, pikiran saya selalu sama.

“Nanti saja. Blog ini aman.”

Artikel masih bisa dibuka. Trafik tetap masuk. Dashboard normal. Tidak ada alasan untuk merasa khawatir.

Sampai suatu malam saya membaca cerita seorang blogger yang membuka dashboard seperti biasa, tetapi blog yang selama bertahun-tahun ia kelola tidak lagi tampil normal.

Blog tersebut diblokir.

Bayangkan berada di posisi itu.

Ratusan artikel sudah diterbitkan. Sebagian menempati halaman pertama Google. Ada tulisan yang dibuat ketika masih kuliah. Ada artikel yang menghasilkan uang. Ada foto yang mungkin file aslinya sudah tidak tersimpan.

Dalam beberapa detik, sesuatu yang selama bertahun-tahun terasa sangat dekat tiba-tiba tidak dapat diakses seperti biasanya.

Sejak saat itu, saya mulai melihat Blogger dengan cara berbeda.

Blogger memang praktis.

Kita tidak memikirkan server.

Tidak perlu membayar hosting setiap bulan.

Tidak perlu menginstal CMS.

Namun, Blogger tetap sebuah platform yang mempunyai aturan.

Kita boleh membuat blog, mengembangkan trafik, memasang domain sendiri, bahkan membangun bisnis di atasnya. Tetapi selama menggunakan infrastruktur Blogger, konten yang kita terbitkan tetap harus mengikuti Blogger Content Policy dan Persyaratan Layanan Google.

Kebijakan Blogger saat ini mencakup larangan atau pembatasan terhadap spam, phishing, malware, pelanggaran hak cipta, penipuan, impersonasi, informasi pribadi tertentu, konten berbahaya, dan sejumlah kategori lain. Google juga dapat mengambil tindakan berdasarkan tingkat pelanggarannya.

Lalu bagaimana cara menjaga Blogger agar tidak mudah terkena penghapusan atau pemblokiran?

Tidak ada jaminan mutlak.

Namun, sepuluh kebiasaan berikut dapat mengurangi risikonya secara signifikan.

1. Jangan Menunggu Peringatan untuk Membaca Kebijakan Blogger

Saya tahu.

Membaca halaman kebijakan bukan kegiatan paling menarik untuk dilakukan pada Minggu pagi.

Bahasanya formal.

Halaman cukup panjang.

Kita biasanya lebih tertarik membuka Search Console dan melihat apakah trafik kemarin naik.

Masalahnya, banyak blogger baru membaca kebijakan ketika masalah sudah datang.

Padahal Blogger secara terbuka menjelaskan jenis konten yang tidak diperbolehkan.

Salah satunya spam.

Definisi spam dalam kebijakan Blogger juga lebih luas daripada sekadar komentar yang menawarkan pinjaman.

Blogger memasukkan konten promosi yang tidak diinginkan, konten yang dibuat secara otomatis dan tidak diinginkan, konten berulang, konten tidak masuk akal, serta sesuatu yang terlihat seperti permintaan massal sebagai bentuk spam.

Ini menjadi semakin relevan sekarang.

Kita hidup pada masa ketika seratus artikel dapat dibuat jauh lebih cepat dibandingkan beberapa tahun lalu.

Masalahnya bukan pada alat yang digunakan.

Masalahnya adalah hasil akhirnya.

Jika sebuah blog tiba-tiba menerbitkan ratusan halaman dengan struktur hampir identik, hanya mengganti nama kota, nama produk, atau keyword, pola tersebut sangat mudah terlihat tidak natural.

Penelitian Liu et al. (2020) memperlihatkan bahwa pendeteksian web spam dapat memanfaatkan berbagai karakteristik halaman, termasuk struktur HTML, tautan, anchor text, dan kesamaan semantik konten.

Jadi jangan hanya bertanya:

“Bisakah saya menerbitkan 100 artikel hari ini?”

Tanyakan pula:

“Apakah 100 artikel ini benar-benar mempunyai nilai yang berbeda?”

Kalau jawabannya tidak, mungkin tidak semuanya perlu diterbitkan.

2. Jangan Jadikan Blogger Sebagai Pabrik Artikel Otomatis

Pernah ada masa ketika target saya sederhana.

Semakin banyak artikel, semakin bagus.

Jika kompetitor punya 300 artikel, saya ingin punya 500.

Jika mereka menerbitkan lima artikel sehari, saya ingin sepuluh.

Setelah beberapa waktu, saya mulai menyadari bahwa angka publikasi dapat menjadi jebakan.

Blog terlihat produktif.

Namun, sebagian artikel tidak pernah dibaca.

Judulnya berbeda, tetapi isinya hampir sama.

Beberapa bahkan bersaing dengan artikel kita sendiri karena membahas keyword yang terlalu mirip.

Pada akhirnya saya mulai mengurangi kecepatan dan memperbaiki kualitas.

Hari ini teknologi generatif membuat produksi konten jauh lebih mudah. Saya tidak melihat penggunaan AI sebagai masalah dengan sendirinya. AI dapat membantu riset awal, menyusun struktur, memperbaiki kalimat, atau menghasilkan ide.

Tetapi jangan berhenti pada tombol generate.

Baca kembali.

Tambahkan pengalaman.

Periksa fakta.

Ubah struktur.

Hilangkan kalimat yang terdengar kosong.

Pastikan setiap halaman mempunyai alasan untuk ada.

Dwork et al. (2024) menjelaskan bahwa kebijakan moderasi pada platform digital berkaitan dengan bagaimana platform membentuk kualitas komunitas dan partisipasi pengguna. Moderasi bukan hanya proses menghapus sesuatu. Ia menjadi bagian dari cara platform menjaga lingkungan yang ingin dibangun.

Blogger juga bekerja sebagai sebuah platform.

Kita tidak hanya menulis untuk algoritma.

Kita menulis di sebuah ekosistem dengan aturan.

3. Audit Template Blogger yang Kamu Gunakan

Ini sering tidak terpikirkan.

Kita merasa tidak pernah memasukkan sesuatu yang berbahaya ke blog.

Tetapi template mungkin melakukannya.

Beberapa tahun lalu saya pernah mencoba sebuah template gratis.

Tampilannya sangat menarik.

Ada sticky notification.

Ada tombol download.

Ada popup.

Ada floating advertisement.

Saya memasangnya tanpa benar-benar membaca kode.

Setelah beberapa bulan, baru saya sadar ada sejumlah script eksternal yang dipanggil dari domain yang tidak saya kenal.

Sejak saat itu saya lebih berhati-hati.

Template Blogger bukan hanya soal warna dan layout.

Di dalamnya dapat terdapat JavaScript, iframe, library, widget pihak ketiga, script iklan, dan berbagai pemanggilan domain eksternal.

Jika salah satu sumber tersebut kemudian berubah menjadi sumber berbahaya, kita bisa mempunyai masalah tanpa pernah mengubah satu artikel pun.

Blogger secara eksplisit melarang penggunaan platform untuk menyebarkan malware atau kode berbahaya. Kebijakan juga mencakup phishing dan perilaku yang mencoba memperoleh informasi pengguna secara menipu.

Penelitian Aljofey et al. (2022) menunjukkan mengapa unsur URL dan HTML menjadi bagian penting dalam pendeteksian situs phishing. Sistem keamanan modern dapat memeriksa berbagai karakteristik halaman, bukan hanya kata-kata yang terlihat oleh pengunjung.

Karena itu, sebelum memasang template:

periksa sumbernya,

lihat reputasi pembuatnya,

backup template lama,

dan hindari script yang tidak kamu pahami.

Jika menemukan kode asing, cari tahu dahulu fungsinya.

Template cantik tidak sebanding dengan risiko kehilangan blog.

4. Periksa Link Lama, Bukan Hanya Artikel Baru

Bayangkan kita menulis artikel tahun 2021.

Saat itu kita memberi link menuju situs penyedia aplikasi.

Situs tersebut legal dan aman.

Lima tahun kemudian pemiliknya berhenti memperpanjang domain.

Domain dibeli orang lain.

Kontennya berubah.

Sekarang domain itu digunakan untuk phishing atau distribusi file mencurigakan.

Artikel kita tidak berubah.

Link-nya yang berubah tujuan.

Itulah sebabnya saya mulai menganggap link eksternal sebagai sesuatu yang perlu dirawat.

Setiap beberapa bulan, audit artikel lama yang mempunyai banyak trafik.

Buka link keluar.

Periksa apakah masih menuju halaman yang seharusnya.

Hapus link yang mati.

Ganti sumber yang sudah tidak relevan.

Jangan lupa memeriksa tombol download, link afiliasi, banner iklan, shortlink, dan widget lama.

Web tidak diam.

Domain berpindah tangan.

Layanan tutup.

Website diretas.

Redirect berubah.

Aljofey et al. (2022) menunjukkan bahwa URL dan elemen HTML dapat memberikan sinyal yang berguna dalam mendeteksi situs phishing. Bagi pemilik blog, pelajarannya sederhana.

Jangan menganggap link lama akan selamanya aman hanya karena dulu aman.

5. Jangan Sembarangan Memasang Link Download

Ini terutama berlaku untuk blog aplikasi, software, game, film, musik, template, ebook, dan file digital.

Kata “download” sendiri bukan masalah.

Yang menjadi masalah adalah apa yang kita arahkan kepada pembaca.

Blogger menyatakan bahwa pengguna tidak boleh memberikan link ke tempat di mana pembaca dapat memperoleh materi berhak cipta milik pihak lain secara tidak sah.

Jadi, jika membuat artikel tentang software, arahkan pengguna ke sumber resmi jika memungkinkan.

Kalau membagikan file buatan sendiri, pastikan memang kita mempunyai hak untuk membagikannya.

Kalau membahas template premium, jangan menyediakan versi bajakan.

Kalau membahas film, jangan menjadikan artikel sebagai pintu menuju download ilegal.

Ada perbedaan besar antara:

“Berikut cara mendapatkan software X dari situs resminya”

dan

“Klik di sini untuk download versi crack”.

Keduanya sama-sama menggunakan kata download.

Risikonya berbeda jauh.

Membangun trafik dari konten yang sejak awal mempunyai masalah hak cipta mungkin menghasilkan angka dalam jangka pendek.

Namun, fondasinya rapuh.

6. Jangan Copy Paste Artikel dan Gambar dari Internet

Saat baru mengenal blogging, saya pernah berpikir bahwa gambar di Google Images boleh digunakan selama mencantumkan sumber.

Ternyata tidak sesederhana itu.

Google Images adalah mesin pencari gambar.

Bukan bank gambar bebas lisensi.

Jika sebuah foto memiliki pemegang hak cipta, menuliskan “sumber Google” tidak otomatis memberikan izin untuk menggunakannya.

Blogger mempunyai kebijakan hak cipta dan menyatakan bahwa Google merespons pemberitahuan yang jelas terkait dugaan pelanggaran hak cipta.

Hal yang sama berlaku pada tulisan.

Mengambil artikel orang lain, mengganti judul, lalu menerbitkannya kembali bukan strategi konten.

Itu menyalin.

Lebih baik gunakan sumber sebagai bahan riset.

Baca.

Pahami.

Tutup halamannya.

Kemudian tulis berdasarkan pemahaman kita sendiri.

Jika mengutip sesuatu, berikan atribusi dengan benar.

Untuk gambar, gunakan:

foto sendiri,

ilustrasi sendiri,

gambar berlisensi sesuai kebutuhan,

atau sumber yang memang mengizinkan penggunaan ulang.

Cara ini mungkin sedikit lebih lambat.

Namun, blog terasa jauh lebih aman untuk dibangun dalam jangka panjang.

7. Jangan Membuat Judul yang Menipu Pembaca

Judul merupakan pintu masuk.

Karena itu kita ingin membuatnya menarik.

Saya juga begitu.

Masalah muncul ketika keinginan mendapatkan klik mengalahkan kebenaran.

Misalnya artikel berjudul:

“Google Resmi Tutup Blogger Bulan Depan!”

Padahal tidak ada pengumuman seperti itu.

Atau:

“Obat Ini Dijamin Menyembuhkan Kanker dalam Tujuh Hari.”

Padahal tidak ada dasar medis.

Atau artikel yang menggunakan identitas seseorang untuk menjalankan penipuan.

Blogger memiliki aturan mengenai konten menyesatkan, impersonasi, penipuan, serta konten tertentu yang dapat menimbulkan bahaya.

Kita tetap boleh membuat judul menarik.

Tetapi isi harus menepati janji judul.

Kalau informasinya belum terkonfirmasi, katakan belum terkonfirmasi.

Kalau sedang menulis opini, jelaskan sebagai opini.

Kalau membahas kesehatan, jangan mengubah penelitian awal menjadi janji kesembuhan.

Kalau artikel sponsor, jangan membuat pengalaman fiktif seolah benar-benar pernah menggunakannya.

Blog yang dipercaya biasanya tumbuh lebih lambat daripada blog sensasional.

Tetapi kepercayaan jauh lebih sulit diganti ketika sudah hilang.

8. Amankan Akun Google Seperti Kamu Mengamankan Hosting

Ada satu risiko yang tidak berasal dari konten.

Akun diretas.

Bayangkan seseorang memperoleh password Google kita.

Dia masuk ke Blogger.

Mengubah administrator.

Memasang script.

Mengganti artikel.

Memasukkan link phishing.

Pada titik itu, blog bisa bermasalah walaupun kita sendiri tidak pernah melakukan pelanggaran.

Karena itu saya tidak lagi memandang password sebagai perlindungan yang cukup.

Google menyarankan penggunaan 2-Step Verification sebagai lapisan tambahan ketika password diketahui orang lain. Google juga menyediakan metode seperti Google Prompt, authenticator, passkey, backup code, dan security key.

Aktifkan verifikasi dua langkah.

Periksa perangkat yang sedang login.

Hapus sesi yang tidak dikenal.

Gunakan password unik.

Jangan memakai password yang sama untuk Blogger, marketplace, forum, dan situs lain.

Kalau menerima notifikasi login asing, jangan diabaikan. Google menyarankan pengguna segera meninjau aktivitas tersebut dan mengamankan akun jika login bukan dilakukan pemilik.

Saya juga akan berhati-hati dalam memberikan akses administrator Blogger.

Kalau seseorang hanya membantu menulis artikel, pikirkan apakah ia benar-benar membutuhkan hak admin.

Administrator mempunyai kekuasaan yang besar.

Berikan akses sesuai kebutuhan.

9. Backup Konten dan Template Secara Berkala

Kembali ke kebiasaan yang saya ceritakan di awal.

Backup.

Sekarang saya melihatnya sebagai pekerjaan rutin.

Blogger menyediakan fasilitas untuk mencadangkan konten blog. Pengguna juga dapat memperoleh data melalui Google Takeout. Tema Blogger dapat dicadangkan secara terpisah melalui menu Tema.

Artinya, kita tidak mempunyai alasan untuk menyimpan semua aset hanya di satu tempat.

Setiap kali melakukan perubahan template besar, backup dahulu.

Setelah menerbitkan banyak artikel, backup kembali.

Simpan salinan di komputer.

Kalau blog sangat bernilai, simpan pula pada penyimpanan lain.

Buat folder sederhana:

Backup Blogger Januari.

Backup Blogger April.

Backup Blogger Juli.

Tidak perlu rumit.

Hal yang paling penting adalah file benar-benar ada.

Backup tidak mencegah Google menghapus atau memblokir blog.

Tetapi backup mencegah kita kehilangan seluruh hasil kerja ketika sesuatu yang tidak diharapkan terjadi.

Dua hal tersebut berbeda.

Dan keduanya sama-sama penting.

10. Kalau Blog Diblokir, Jangan Panik dan Jangan Mencoba Mengakali Sistem

Suatu hari, meskipun kita sudah berhati-hati, masalah masih mungkin muncul.

Blog tidak ada.

Ada peringatan.

Akses dibatasi.

Apa yang harus dilakukan?

Pertama, pastikan kita login menggunakan Akun Google yang benar.

Kedua, periksa email dari Blogger.

Ketiga, lihat status blog melalui dashboard.

Google menjelaskan bahwa jika sebuah blog diblokir karena dinilai melanggar Kebijakan Konten Blogger atau Persyaratan Layanan Google, pemilik dapat memeriksa kemungkinan pelanggaran lalu menggunakan opsi Banding untuk meminta peninjauan. Blog dapat dipulihkan apabila peninjauan menunjukkan bahwa blog tersebut tidak melanggar kebijakan.

Ini perlu dibedakan dari blog yang kita hapus sendiri.

Blogger juga menyediakan mekanisme pemulihan untuk blog yang masih berada dalam daftar blog yang dihapus.

Jadi jangan langsung menyimpulkan:

“Google menghapus blog saya.”

Periksa dahulu apa yang sebenarnya terjadi.

Mungkin kita login menggunakan akun yang salah.

Mungkin administrator lain mengubah akses.

Mungkin blog terhapus secara tidak sengaja.

Mungkin memang diblokir oleh Google.

Setiap penyebab memiliki cara penanganan berbeda.

Jika memang diblokir, audit blog sebelum mengajukan banding jika akses memungkinkan.

Periksa template.

Periksa script.

Periksa artikel terakhir.

Periksa link.

Periksa komentar.

Periksa administrator.

Lalu gunakan mekanisme resmi.

Jangan langsung membuat puluhan blog pengganti dengan konten yang sama untuk menghindari tindakan platform.

Tujuannya bukan melawan sistem.

Tujuannya menemukan masalah dan memperbaikinya.

Blog yang Aman Bukan Blog yang Kosong

Setelah membaca semua aturan tadi, mungkin muncul perasaan:

“Kalau begitu lebih aman tidak menulis apa-apa.”

Tentu bukan begitu.

Blogger dibuat untuk publikasi.

Kita tetap dapat menulis artikel bisnis.

Teknologi.

Kesehatan.

Politik.

Pendidikan.

Cerita pribadi.

Review.

Tutorial.

Pengalaman.

Konten yang sensitif pun dalam beberapa keadaan dapat ditampilkan jika mengikuti batasan serta pelabelan yang sesuai. Kebijakan Blogger sendiri mengakui pengecualian dalam keadaan tertentu untuk nilai edukatif, dokumenter, ilmiah, atau artistik.

Yang perlu dihindari bukan kegiatan menulis.

Yang perlu dihindari adalah penyalahgunaan platform.

Spam.

Phishing.

Malware.

Penipuan.

Pelanggaran hak cipta.

Konten otomatis yang tidak memberikan nilai.

Link berbahaya.

Praktik yang dirancang menipu pengguna.

Ketika garis itu sudah dipahami, blogging justru terasa lebih tenang.

Jangan Hanya Merawat Artikel yang Sedang Ranking

Ada kecenderungan menarik ketika sebuah blog mulai mendapatkan trafik.

Kita hanya memperhatikan artikel yang menghasilkan klik.

Artikel dengan 10.000 kunjungan diperbarui.

Artikel dengan 20 kunjungan dibiarkan.

Padahal risiko keamanan tidak peduli berapa banyak pembaca sebuah halaman.

Artikel lama yang hampir tidak mempunyai trafik bisa saja memiliki link keluar menuju domain yang sudah bermasalah.

Widget yang dipasang enam tahun lalu tetap berjalan meskipun tidak pernah kita lihat.

Komentar spam lama tetap dapat berada di bawah artikel.

Karena itu saya menyukai konsep audit blog tahunan.

Tidak perlu membuka setiap artikel dalam satu malam.

Buat bertahap.

Minggu ini periksa template.

Minggu depan link eksternal.

Kemudian komentar.

Lalu artikel download.

Setelah itu administrator.

Terakhir backup.

Dalam satu bulan, kondisi blog sudah jauh lebih mudah dipahami.

Kalau Blog Adalah Aset, Perlakukan Seperti Aset

Ada perbedaan besar antara membuat blog dan membangun blog.

Membuat blog mungkin selesai dalam lima menit.

Membangun blog membutuhkan tahun.

Artikel pertama mungkin tidak mempunyai pembaca.

Artikel ke-50 mulai menghasilkan impresi.

Artikel ke-200 mulai membawa pengunjung setiap hari.

Kemudian suatu saat kita menyadari bahwa blog tersebut mempunyai nilai.

Ada trafik.

Ada brand.

Ada backlink.

Ada pembaca tetap.

Ada pendapatan.

Saat itulah kebiasaan kecil menjadi semakin berarti.

Backup bukan pekerjaan membosankan lagi.

Keamanan akun bukan sesuatu yang dapat ditunda.

Memeriksa template bukan pekerjaan teknis yang tidak penting.

Membaca kebijakan tidak terasa berlebihan.

Sebab sekarang ada sesuatu yang ingin kita lindungi.

Kesimpulan

Tidak ada tombol rahasia yang dapat membuat Blogger kebal terhadap penghapusan Google.

Tidak ada kode HTML yang menjamin blog tidak pernah terkena pemeriksaan.

Tidak ada pula trik SEO yang dapat menggantikan kepatuhan terhadap aturan platform.

Cara paling masuk akal justru terlihat sederhana.

Kenali kebijakan Blogger.

Jangan membuat spam.

Jangan memproduksi konten otomatis tanpa kontrol.

Audit template dan script.

Periksa link lama.

Hormati hak cipta.

Hindari phishing dan informasi menyesatkan.

Amankan Akun Google.

Backup blog.

Dan jika terjadi pemblokiran yang menurut kita keliru, gunakan proses banding resmi.

Saya sekarang tetap membuat backup meskipun semuanya terlihat baik-baik saja.

Bukan karena setiap hari takut blog akan hilang.

Justru sebaliknya.

Karena setelah backup selesai, saya bisa kembali menulis dengan lebih tenang.

Dan mungkin itulah cara terbaik merawat blog.

Bukan dengan terus merasa takut kepada Google.

Tetapi dengan mengetahui bahwa isi blog kita bersih, akun kita aman, aturan kita pahami, dan salinan karya kita tersimpan dengan baik.

Daftar Pustaka

Aljofey, A., Jiang, Q., Rasool, A., Chen, H., Liu, W., Qu, Q., & Wang, Y. (2022). An effective detection approach for phishing websites using URL and HTML features. Scientific Reports, 12, 8842. https://doi.org/10.1038/s41598-022-10841-5

Dwork, C., Hays, C., Kleinberg, J., & Raghavan, M. (2024). Content moderation and the formation of online communities: A theoretical framework. In Proceedings of the ACM Web Conference 2024 (pp. 1307–1317). Association for Computing Machinery. https://doi.org/10.1145/3589334.3645490

Liu, J., Su, Y., Lv, S., & Huang, C. (2020). Detecting web spam based on novel features from web page source code. Security and Communication Networks, 2020, Article 6662166. https://doi.org/10.1155/2020/6662166

Google Blogger. (2026). Blogger Content Policy. Google.

Google Blogger Help. (2026). Blog saya menghilang. Google.

Google Blogger Help. (2026). Mencadangkan atau mengimpor blog. Google.

Google Account Help. (2026). Turn on 2-Step Verification. Google.

Diskusi Artikel

Komentar
Mitra Bisnis KamiPasang Iklan
[2]
[3]
[4]

© Seribupena.com. All Rights Reserved. Designed with by Tinelo Blogger Theme

× Tunggu Sebentar!
Terima kasih sudah berkunjung! Jangan lupa bookmark blog ini dan bagikan artikel menarik ke teman-temanmu.
8
9
×
settia