Seribupena.com (Boalemo) - Gorontalo kembali digemparkan oleh kejadian 4 orang penambang yang berasal dari Botutonuo, kecamatan Kabila Bone, Bone Bolango tertimbun longsor di kedalaman 57 meter, jumat (7/4/2023).

Empat penambang itu dikonfirmasi atas nama Yusuf Lohari alias Tama, Iten Panantu, Pengky Panantu, Pian, Titen dan seorang lagi yang belum berhasil teridentifikasi. Nama tersebut merupakan nama panggilan sehari-hari korban. Kejadian longsor di area tambang itu diperkirakan terjadi pada pukul 18.00 WITA. 

Informasi yang dihimpun awak media, korban masih dalam kondisi hidup dan sementara berjuang untuk selamat. Korban berusaha mencari jalan dengan melakukan "Betel" dari dalam lubang tambang  dan terus berupaya membuat jalan keluar manual.

Korban diyakini masih hidup karena masih terdengar bunyi Betel (Pukulan Keras dari alat Penghancur) dari dalam lubang. Tetapi suara manusia tak lagi terdengar. 

Sebagai usaha untuk menyelamatkan korban, para penambang lainnya ikut membuat lubang untuk membuka jalan bagi para korban. Dengan harapan lubang itu bisa mempertemukan mereka dengan lubang yang lebih dekat dengan korban.

Saat dikonfirmasi kepada Armin Mohi, selaku kepala Desa Tulabolo Timur bahwa informasi tersebut belum bisa dipastikan. Namun, Armin menegaskan bahwa dirinya sudah dihubungi pihak kepolisian bahwa ada penambang yang tertimbun di dekat area Talubolo Timur.

Mendengar kabar tersebut, Basarnas telah bergerak cepat menuju lokasi pertambangan untuk melakukan proses evakuasi. 

Setelah berhasil dievakuasi, korban yang awalnya dikira hanya empat orang ternyata ada enam orang.

Korban akhirnya bisa diselamatkan sebelum TIM Sar Gorontalo dan Personil gabungan tiba di lokasi kejadian. 

Korban ditemukan dalam keadaan lemas karena kekurangan oksigen saat di dalam lubang tambang. Beruntungnya, saat kejadian korban tidak mengalami luka fisik.


Sumber : Hargo | Foto Istimewa Hargo