Parmin Ishak Buka Rahasia Lolos Penelitian Dosen Pemula (PDP)

Parmin Ishak
Penulis : Parmin Ishak, S.Ak.,M.Ak.,C.FTax.,C.Fr
Dosen Universitas Ichsan Gorontalo


PDPD adalah penelitian yang mendapatkan pendanaan Hibah dari Kemendikbud yang awalnya dikelola oleh KEMENRISTEK DIKTI. PDP merupakan penelitian yang yang bertujuan untuk membina para peneliti muda dalam meningkatkan kemampuannya untuk melaksanakan proses riset dan publikasi yang berkualitas.

Untuk mendapatkan hibah penelitian ini tentunya melewati seleksi nasional yang cukup ketat, dari substansi riset, story penelitian, dan RAB yang berkualitas. 

Banyak yang bertanya ke saya bagaimana sih caranya bisa lolos PDP? hanya dua yang saya sering lakukan agar bisa lolos PDP, ikhtiar dan doa (sambil tersenyum) 2 hal ini merupakan spirit tersendiri saya untuk memulai menyusun proposal. 

Selama ini sudah 4 artikel saya yang didanai oleh KEMENDIKBUD, artikel pertama di tahun 2019 yang berjudul Gejala Patologi Birokrasi Pemerintah Desa Dan Pengaruhnya Terhadap Keberhasilan Pengelolaan Anggaran Dana Desa

Dalam pengajuan itu, saya merupakan anggota dari ibu Nur Lazimatul Hilma Sholehah, ada banyak luaran yang bermanfaat yang didapatkan dari riset ini, yang pertama adalah hasil penelitian dipublikasikan dalam jurnal nasional akreditasi SINTA 4, dan juga dikembangkan menjadi buku referensi yang berjudul Gejala patologi birokrasi pemerintah desa. 

Di tahun 2020 ada dua artikel yang lolos yakni Upaya Pencegahan Fraud Pengelolaan Bumdes Melalui Bystander Effect, Financial Attitude Dan Modal Sosial dalam artikel ini saya merupakan penulis utama, dan yang kedua adalah Dampak Pengelolaan Keuangan Desa Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Dimasa Pandemi Covid 19 Ditinjau Dari Opportunistic Behaviour Dan Love Of Money Perangkat Desa 

Dalam artikel itu saya merupakan anggota penulis dari Ibu Nur Lazimatul hilma Sholehah, Sementara ditahun 2021-2022 lolos dengan judul Dampak Prokrastinasi Terhadap Intensi Anti Korupsi Ditinjau Dari Big Five Personality Dan Konformitas Perangkat Desa.

Dalam menyusun proposal hibah tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yang pertama adalah Topik riset, dalam menentukan topik penelitian harus mengacu pada Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) dan harus relevan dengan keilmuan yang kita geluti, serta kebaruan penelitian menjadi nilai tambah dalam penilaian. 

Yang kedua adalah dalam merumuskan masalah harus menggunakan bahasa proposal, dan pendekatan penelitian pun harus realistis, selanjutnya rancangan penelitian harus efisien dan harus berdasarkan roadmap riset yang baik agar kelihatan output riset kita kemana arahnya, 

trik selanjutnya adalah harus lihai dalam memilih anggota tim, tentunya dibutuhkan rekam jejak peneliti, baik ketua dan anggota, semakin baik roadmap penelitian maka sama besar nilai yang diberikan. Hal ini bisa kita lihat dari akun SINTA (science and Technology Indeks) para peneliti.

Selanjutnya hal yang harus diperhatikan adalah Rencana Anggaran Biaya (RAB), banyak yang tidak sadar bahwa dalam menyusun RAB tidak boleh sembarangan dalam meletakkan angka pada setiap kegiatan. 

Kita harus menyesuaikan pendanaan riset berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang berlaku, serta memperhatikan Tingkat kesiapan Teknologi (TKT).

Terpenting adalah kita harus konsisten dengan konsentrasi yang kita geluti dengan topik riset yang kita laksanan , sehingga roadmap dan kepakaran kita terus konsisten. 

Syarat terakhir adalah minimal setiap pengusul telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dengan pangkat maksimal Asisten Ahli (Lecture). 

Tahun ini saya tidak bisa lagi mengajukan SKIM PDP, karena syarat utama sudah tidak terpenuhi lagi, saat ini saya telah diangkat menjadi Lektor (Senior Lecture) oleh KEMENDIKBUD RI, melalui LLDIKTI wil. 16 GOSULUTENGGO