Iklan

Novel Terusir Karya Hamka

Konten [Tampil]

Seribupena.com - Novel terusir adalah novel yang tema besarnya sebetulnya tentang isu perempuan yang telantar.

Dalam novel terusir, Hamka menggambarkan nasib perempuan lewat tokoh Mariah. Dia adalah seorang ibu dan juga perempuan berbudi baik dan berasal dari keluarga yang sederhana.

Namun, karena fitnah yang tumbuh subur dalam rumah tangga, membuat Mariah harus terlempar jauh dari kehidupan keluarganya. Dia diusir oleh suaminya.

Pengusiran inilah sebetulnya menjadi titik pesan penting dari penulisnya, Hamka. Lantaran diusir perempuan jadi telantar dan tidak punya cara lain untuk bertahan hidup.

Mariah sempat menjadi babu di rumah orang, tapi tidak beruntung dan selalu ditimpa kemalangan.

Citra perempuan terwakili lewat watak Mariah.  Nasibnya terkatung-katung dan tidak bisa mandiri tanpa suami.

Nasib malang Mariah ini sekaligus menjadi doktrin sosial bahwa tidak ada kehidupan yang lebih baik yang bisa dicapai wanita tanpa rumah tangga atau pendamping hidup.

Setelah diusir dari rumah, akhirnya capaian hidup Mariah hanya jadi babu, lepas dari itu malah jadi pelacur. Sebuah profesi yang dianggap sampah di masyarakat.

Namun begitu, pada bagian tertentu, ada gugatan Hamka terhadap lelaki. Ketika Mariah jadi pelacur, seolah Hamka menyalahkan lelaki karena tidak memberi rasa aman kepada perempuan. Sehingga mereka salah arah dan menjadi pendosa. Harusnya perempuan punya tempat aman.  

Dalam novel ini seolah Hamka membela perempuan yang diceritakan dalam novelnya.

Nah, kalau dilihat isu perempuan yang muncul dalam novel terusir memang sangat dekat dengan kehidupan perempuan di kampung.

Tokoh perempuannya dari keluarga miskin, juga tidak terpandang. Hal itu terungkap dari dialog berikut.

"Demi Tuhan yang memegang segala tampuk hati manusia. Aku akui memang aku orang hina, memang ayah dan bundaku dari bangsa yang tidak berkedudukan tinggi sepertimu dan kaum kerabatmu. Tetapi percayalah wahai ayah anakku bahwa hatiku emas adanya, meskipun aku miskin."

Dari kutipan ini terlihat jelas, Mariah memposisikan diri sebagai kelas rendahan hanya karena tidak memiliki materi. 

Apakah Hamka bias gender dalam novel ini? Dengan mencipta tokoh perempuan yang lemah dan miskin?


Isu kelas sosial ini dalam tulisan Hamka tidak bias gender. Setidaknya menurut saya sih.

Hanya kebetulan dalam novel terusir yang melarat adalah perempuan. Kalau dilihat dalam novel Hamka yang lain, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck misalnya, malah laki-laki yang terusir.

Tokoh Zainudin yang terusir dari suku bapaknya karena tak berharta. Sebab dalam suku Minang, kuasa pemegang Harta adalah perempuan.

Itu artinya, patokan Hamka adalah materialisme. Siapapun bisa tertindas karena kurangnya kepemilikan materi dalam suatu masyarakat. Bukan soal lelaki atau perempuan.

Dalam Novel Terusir inti kisahnya menggambarkan musabab terusir seorang perempuan. Fitnah, miskin dan rendahnya pendidikan isu utama yang menggerakkan cerita. 

Novel ini memang sangat banyak memberikan nilai kehidupan: baik kehidupan bagaimana berkeluarga dengan segala konfliknya, juga kehidupan bagaimana nasib perempuan tanpa lelaki sah disampingnya.

Saya sendiri menilai, novel ini semacam Fardu ain dibaca oleh remaja usia nikah. Biar kelak mereka belajar bagaimana dinamika berkeluarga, bagaimana fitnah dalam rumah tangga, tentang bagaimana akibat terlalu melampiaskan amarah. 

Serta bagaimana harta bisa merendahkan posisi manusia di masyarakat.

Okay. Selamat membaca kelanjutan kisahnya. Saya hanya bisa berbagi penggalan saja. Lebih afdhol kiranya membaca novelnya utuh. Sehingga nilai kehidupan bisa diserap sempurna.

Saya berdoa, semoga novel terusir ini menginspirasi setiap kita yang tengah berumahtangga atau akan berumahtangga.


Kutipan atau Kata bijak dalam Novel Terusir


“Sungguh, Sahabatku …. barang sesuatu apabila berada dalam tangan, kecacatannya yang tampak, setelah ia lepas dari tangan, barulah kita akan ingat baiknya. ” 

“Zaman muda adalah zaman beruntung sebab orang muda belum tahu bagaimana sukarnya penghidupan yang akan ditempuh. Dan memang mereka belum perlu tahu hal itu karena kalau segera mereka tahu, tentu pada waktu mudanya ia telah menjadi tukang merenung. 

Poin Penting Dalam Novel Terusir

  • Tak boleh memandang rendah yang melakukan maksiat di depan mata. Sebab kita tidak tahu persis alasannya berlaku demikian. Seperti halnya Mariah yang jadi pelacur. Kalau dilihat sepintas dia mungkin dia berbuat dosa dalam pandangan agama. Namun, orang-orang akan berbalik membela Mariah bahkan merasa iba dengan nasib Mariah.

  • Dalam rumahtangga, berusahalah untuk tetap adil. Meskipun kabar buruk itu datang dari orang terdekat, tidak lantas harus ditelan-telan mentah-mentah. Harus berlalu saling tabayyun informasi. Sebab bisa jadi kabar buruk itu adalah fitnah.

Info rinci Novel Terusir karya Hamka
Judul : Terusir 
Penulis: Hamka 
Penerbit: Gema Insani 
Tahun terbit: 2016 
Jumlah halaman: 136 hlm 
Ilustrator sampul: Kurnia Dewi Hernawan 
Cetakan ke-: 1 
ISBN: 978-602-250-929-0

Subscribe Our Newsletter

Related Posts

Buka Komentar
Tutup Komentar

4 Komentar untuk "Novel Terusir Karya Hamka"

  1. Novel yang sedih 😭 ada banyak kritik sosial terutama tentang kesenjangan sosial dan patriarki dalam novel ini ya.

    BalasHapus
  2. Karya Hamka memang apik, beberapa diantaranya mengulik tentang realita yang dialami perempuan.

    BalasHapus
  3. masih mending disebut bias gender. nah yg bilang fiksi itu sesat, apa gak tau kalo Buya Hamka juga nulis fiksi? atau mau bilang Buya Hamka sesat? eh aku malah bias topik ya

    BalasHapus
  4. Pengen baca novelnya tapi takut nggak tahan dengan menderitanya nasib tokoh utama yang berkepanjangan huhu...sedih banget...

    BalasHapus

Sebelum komentar, silakan saling klik follow ya : >>  Follow Blog

Teman yang follow blog ini akan muncul di sidebar blog nanti.
InsyaAllah akan menambah jaringan pertemanan ke kalangan blogger lainnya.

klan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel