Kisah Tatay, Pria Usia 64 Tahun Meraih Gelar Sarjana. Anak Muda Jangan Mau Kalah!

Kisah Tatay, Pria Usia 64 Tahun Meraih Gelar Sarjana. Anak Muda Jangan Mau Kalah!

Kisah Inspiratif Tatay, Pria Usia 64 Tahun Meraih Gelar Sarjana

Kisah Inspiratif Tatay, Pria Usia 64 Tahun Meraih Gelar Sarjana


Pendidikan adalah jenis harta yang tidak bisa dicuri orang. Inilah mengapa banyak orang berjuang dan mati-matian untuk mencapai pendidikan terbaik.

Sahabat Pena, kali ini saya akan berbagi cerita yang saya temukan di beranda Facebook, yang kemudian saya rangkum ceritanya dengan sederhana dalam catatan harian.

Kisah ini tentang Tatay, si pria berusia 64 tahun asal kota Molave, yang berhasil meraih gelar sarjananya di kampus Mindanao State University. Pria ini membiayai kuliahnya hanya dengan usaha jadi tukang becak.

Meski dengan kondisinya yang terbatas itu, dan di usianya yang telah sepuh, dia tetap berjuang demi mimpi-mimpinya.

Tatay yang sering disapa Pasipat ini, sebenarnya bernama panjang Tatay Generito Yosores.
Tapi oleh teman-temannya disapa Pasipat, sebagai wujud panggilan akrab. Dalam kesehariannya, Tatay adalah seorang pengemudi kendaraan roda Tiga, atau semacam becak di Indonesia.

Menurut cerita Rachfeed, dosen yang pernah mendidiknya, setiap hari Tatay Generito  rajin mengikuti kuliahnya di malam hari meski dengan mengayuh becak.

Banyak orang pesimis kalau  pengemudi roda tiga itu bakal tamat kuliah. Tapi Tatay berusaha meyakinkan dirinya  dan semua indah pada akhirnya.

Dalam sebuah wawancara media Philipina, Tatay berpesan, "Jangan takut untuk bermimpi yang terbaik!" tegas Tatay sebagaimana dikutip my pop media.

Cerita Tatay telah menyebar di jagat maya hingga 1,900 kali share dan menapatkan lebih 2,400 komentar bahkan mendapatkan 46,000 reaksi beragam dari para netizen.

Tatay lulus dengan 1,397 mahasiswa lainnya. Dan ceritanya telah menginspirasi banyak orang.

Setelah lulus di usia 64 tahun, Tatay lantas diperhadapkan dengan usia pensiun. Dalam regulasi mentri pendidikan di negaranya, bahwa guru harus pensiun di usia 65 tahun. Itu artinya Tatay yang susah payah meraih gelar hanya akan menikmati masa bakti mengabdi di dunia akademik selama setahun bahkan kurang dari itu.

Tapi pernyataan Tatay mengejutkan banyak orang, katanya dia meraih pendidikan tujuan utama tidak  semata-mata harus menjadi guru, tapi untuk mewujudkan cita-citanya!

Dari pernyataannya itu Tatay seolah memberikan penekanan bahwa pendidikan tidak hanya alat untuk mencari pekerjaan, tapi pendidikan adalah sebuah jalan untuk menjadi manusia seutuhnya.
Tatay Bersama 1397 Mahasiswa Mindanao State University,  Sumber Facebook
Tatay oleh sebagian orang dianggap sial, karena beberapa bulan selanjutnya dia harus pensiun di usia 65 tahun. Itu Artinya masa baktinya tidak akan lama sekalipun menjadi tenaga pendidik.

Seorang guru bernama Alfred CaƱete menjelaskan bahwa  lelaki itu sudah lama menjadi salah satu muridnya kurang lebih selama 2 semester, dan dia cukup terkesan dengan impian pengemudi roda tiga untuk mewujudkan cita-citanya meski usia tidak lagi muda.

Lelaki tua itu telah bekerja keras memenuhi tuntutan akademiknya. Memang di waktu muda dia tidak bisa kuliah karena kendala kemiskinan, tapi di usia tua dia akhirnya mewujudkan harapannya yang telah lama dipendam.

“Tidak ada kata terlambat untuk meraih impianmu. Pendidikan tidak memiliki batasan usia. Mimpi itu gratis, ” tegas Alfred, dosen pengajar Tatay menasehati.

Kami ucapkan selamat kepada Tatay Generito! Terus penuhi impianmu, tak peduli apa pun hal negatif yang dikatakan orang!
LihatTutupKomentar