Iklan

Yayasan Turkey Bangun 600 Proyek Rumah Baru Korban Perang di Idlib

Konten [Tampil]

Seorang anak laki-laki Suriah yang terlantar berdiri di atap rumahnya di desa Atmeh yang menampung hampir 1 juta pengungsi Suriah di dekat perbatasan Suriah-Turki di Provinsi Idlib, 17 September 2019 [Burak Kara / Getty Images]
SeribupenaNews - Yayasan Turkey Diyanet Fondation membangun 600 rumah baru untuk keluarga korban perang di wilayah Idlib barat laut Suriah. Pembangunan tersebut telah diumumkan yayasan pada hari Senin, sebagaimana dikutip Anadolu Agency .

Ihsan Acik, wakil presiden Turkey Diyanet Foundation , mengatakan fase pertama dari proyek Goodness Housing yayasan ini telah selesai.

Proyek ini telah dimulai sejak keberadaan kelompok keluarga yang mengungsi di tengah perang saudara Suriah. Kelompok ini awalnya hanya berusaha bertahan hidup dengan tinggal di tenda pengungsian.

Dalam pidatonya, Acik mengatakan para keluarga korban perang itu telah menerima kunci tempat tinggal baru mereka. Acik juga menambahkan bahwa sekitar 5.000 rumah akan dibangun lagi untuk keluarga korban perang tersebut.


Acik menekankan bahwa keluarga korban perang sekarang dapat hidup dalam kondisi yang lebih baik.

“Hidup di tenda sangat sulit baik di Musim Panas dan Musim Dingin […] Para donatur dan warga kami tampaknya menunjukkan dukungan yang besar untuk proyek (kemanusiaan) ini.

“Dengan dukungan dari warga negara kami yang setia, kami akhirnya menyelesaikan 600 rumah dalam waktu singkat. Di masa mendatang, saya berharap tidak ada keluarga yang harus tinggal di kompleks tenda, ”ujarnya.

Rumah seluas 28 meter persegi (301 kaki persegi) ini terbuat dari beton bertulang dengan atap yang dibangun dengan beton. Terdiri dari dua kamar, kamar mandi, toilet, dan dapur, dengan infrastruktur lengkap termasuk pipa ledeng dan saluran pembuangan.

Acik menambahkan bahwa TDV menerima sumbangan yang sifatnya individu untuk pembangunan tempat tinggal - masing-masing seharga 6.000 lira Turki ($ 762).

Usai upacara, Acik dan delegasi pendamping langsung mengunjungi kamp Iman-Zam Zam dan panti asuhan Sekolah Ammar ibn Yasir.
Source : Middle East Monitor/ Penerjemah : Idrus Gorontalo

Subscribe Our Newsletter

Related Posts

Buka Komentar
Tutup Komentar

Posting Komentar

Silakan berikan komentar. Centang kotak "Notify me" untuk mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.

klan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel