Nasib Penjaga Warung dan Uang Rupiah yang Sering Lusuh


Apa kamu sudah membaca kabar negeri seberang 
yang uangnya 100 miliar dolar hanya bisa membeli 3 butir telur?

Pikiran itu terlintas ketika saya menjaga warung mertua. Ada seorang pembeli menyerahkan uang 20 ribu rupiah, tapi sudah penuh tampalan. Di bagian ujungnya, itu diperban dengan selotip bening persis lurus mengenai angka nol. Sehingga uang 20 ribu itu serupa uang 2 ribu saja karena angka nolnya sudah diambutasi.

Nah, sebagai penjual, tentu saya ogah-ogahan dengan uang rupiah yang sudah gembel seperti itu. Jangankan mau diterima untuk membeli, dikasih saja saya sudah tak sudi menerima. Apalagi kalau uang itu sudah jorok kelihatannya.

Tapi, kali itu saya entah mengapa menerima uang sobek penuh perban itu. Saya terima saja karena pertimbangan  wajah pembelinya begitu memelas dan sungguh mengharap belas kasih. Kebetulan dia tetangga di belakang rumah. Dia hidup seadanya dan setiap hari langganan belanja di warung.

Saya pikir, mungkin itu uang terakhir yang mereka punya. Alhasil saya terima saja. Dengan niat, nanti uang yang rusak saya kumpulin saja dulu sebanyak mungkin, nanti kalau sudah banyak barulah saya tukarkan sekaligus ke Bank. Untuk soal tukar menukar uang rusak sudah biasa. Karena kebetulan sudah menjadi kebiasaan di keluarga, kalau ada uang yang sudah mulai rusak, dan kemungkinan tidak akan lama lagi guna pakainya, pasti kami bawa ke Bank. Dengan begitu, uang yang lusuh tadi menjadi baru.

Sebenarnya gampang saja ke bank menukarkan uang rusak. Bahkan terlampau gampang.  Tidak ada syarat yang memberatkan. Cukup bawa uang rusaknya, asalkan masih bisa dikenali nominal dan keasilannya, pasti diganti.

Hanya saja, hal yang berat adalah, sebagai penjaga warung saya tidak mau menghabiskan separuh umur saya bolak balik ke Bank terus. Dalam kasus yang sama, menukarkan uang rusak di Bank. Apalagi kalau hanya untuk menukarkan uang 10 sampai 20 ribu. Pastinya ongkos pergi pulang ke Bank jauh lebih besar. Bahkan waktu menjaga warung bakal tersita. Rugi pastinya dong! sudah kena tipu uang jelek, harus habiskan waktu bolak balik ke Bank pula. Apa kata dunia!

Oleh sebab itu, sebagai penjaga warung, saya bakal kasih tips sederhana buat kamu. Harapannya, kamu juga akan berhenti menipu dengan uang rusak, dan pedagang lainnya juga tidak merugi.Tips ini adalah bentuk atau cara kita menjaga uang negara sendiri.

Okey tipsnya adalah:

1. SIMPANLAH UANG DENGAN RAPI
Maksudnya begini. Kalau kamu punya banyak uang, dan sulit menyimpannya, ya sebaiknya membeli dompet yang agak besar. Jangan sampai uang kamu banyak, terus dipaksain masuk dan gontok-gontok uang itu di dalam dompet mungil. Ya akibatnya, uang jadi terlipat-lipat kusut dan lusuh.

Kira-kira kalau saya ibaratkan begini; uang itu seperti beras 60 liter, lalu kamu paksain masuk ke karung khusus ukuran hanya hanya bisa menampung 50 liter. Kebayang ya bagaimana sesaknya?
Ya tentu sesak sekali dong! Maka wajar kalau uangnya jadi lusuh. Rusak sudah pasti.

Kalau memang kamu ngotot tetap memakai dompet kecil tak bermasalah. Hanya saja, kamu boleh taktisi dengan menyimpan uang kamu di ATM saja. Nanti, kalau kamu butuh belanja, ya cukup tarik uang tunainya di ATM atau bisa membayarnya lewat mobile bangking. Apalagi sekarang semua bank sepertinya sudah memberikan layanan itu. Pasti mudah dong! Bayar apa aja pakai rupiah. 

"Tapi kan saya cinta rupiah, masa enggak ada uang tunai kertas di dompet?" 

Yups! salah kaprah dong kalau gitu!

Sebenarnya, cinta rupiah itu bukan semata-mata kamu harus punya uang rupiah yang banyak di kantong. Bukan itu. Wujud cinta rupiah itu, kamu hanya butuh menggunakan rupiah dalam segala transaksi. Misalnya mau beli televisi, lemari, rumah, alat elektronik, gawai dan lainnya. Berusahalah untuk menggunakan rupiah. Jangan tergiur oleh godaan menyimpan uang dalam bentuk dolar. Mau belanja apa saja maunya pakai dolar. Apalagi kalau sudah dikejar rasa takut terkena inflasi, lalu ramai-ramai segera menukar uang ke bentuk dolar. Sekali lagi janganlah! Jangan buru-buru!

Mengapa?

Karena kalau  kamu sudah takut terkena inflasi, dan ramai-ramai menukar uang rupiah, terus berbelanja sudah pakai dolar, maka dipastikan rupiah bakal anjlok di mata dunia. Reputasi rupiah akan semakin hancur dan kemungkinan terburuk bangsa ini tak akan punya mata uang sendiri. Kamu masih ingat bagaimana inflasi yang terjadi di beberapa negara, mata uang mereka mati dan digantikan oleh dolar negeri asing. Pada akhirnya mata uangnya tidak berdaulat di negerinya sendiri. Kan mengerikan kalau itu terjadi di negeri kita. Saya yakin kamu pasti tidak mau Indonesia mengalami nasib serupa! iya kan?

Kalau mata uang rupiah menurun gimana?
Tetap tenang! Mata uang rupiah faktanya masih dalam posisi kuat. Bahkan bisa jadi menguat kalau kita bersikukuh menggunakannya dalam segala transaksi. Apalagi, kalau dilihat dari pangsa pasar, negara ini memiliki wilayah pasar yang luas dengan penduduk terbanyak. Itu artinya kita yang punya pasar, yang datang berdagang di negeri kita, ya mestinya kita yang atur, termasuk segala transaksinya. Dengan begitu kita berdaulat sebagai pemilik pasar terbesar di dunia.

Jadi, intinya simpan uang di dompet seadanya saja, biar rapi. Sisanya silakan disimpan di ATM saja. Nah, soal cinta rupiah tadi saya sudah infokan. Bahwa cinta rupiah tidak mesti bentuk kertas. Simpan dalam bentuk uang elektronik juga tidak masalah. Asalkan masih dalam bentuk rupiah. Itu sudah termasuk kontribusi memperkuat mata uang negara sendiri.

2. SEBELUM MENCUCI PERIKSA UANG DI SAKU CELANA

Nah, kasus ini banyak terjadi. Biasanya uang sisa belanja banyak menumpuk di saku celana. Dan kadang lupa menaruhnya kembali ke dompet saat kamu berbelanja. Akibatnya, istri kamu yang lagi kebelet nyuci, streeeeet! Main serobot dan copot aja baju-baju yang bergelantungan tanpa cek-cek dulu. Akibatnya, uang malah tercuci. Mau nangis bawang juga ngak akan mengembalikan uang ke bentuk semula. Iya kan?

Akhirnya kamu juga yang harus susah payah menjemur uang, kemudian disetrika dengan penuh penghayatan, dan terakhir diperban bagian sobeknya.

Parahnya lagi, uang itu kemudian bertualang dari tokoh ke tokoh, dari warung ke warung dalam keadaan sakit diperban sana-sini. Pada akhirnya uang itu rusak dengan cepat dan tidak layak pakai lagi. Padahal uang itu uang baru saja dirilis oleh bank. Yang harusnya, uang itu dipakai  dalam jangka waktu yang lama. Tapi karena kelalaian akhirnya uang itu cepat rusak dari prediksi lama penggunaannya.


3. GUNAKAN PENJEPIT UANG YANG RAMAH KERTAS

Pedagang paling sering menjepit uangnya dengan hekter atau bahasa bulenya Stapler. Biasanya kalau lagi sibuk mengepak uang, eh tah-tahunya asal main tancap aja itu stapler. Akibatnya uang itu jadi sakarat dengan lubang sobekan kecil. Kalau sudah lubang kecil, itu lama-lama melebar. Dan potensi rusaknya juga besar.

Kamu harus pahami bahwa uang itu bukan makalah atau skripsi yang harus dihekter. Jadi, usahakan jangan merusak uang dengan cara begitu. Apalagi di mata uang kita itu terdapat gambar tokoh inspiratif. Ada seperti bung Karno, Bung Hatta, ada Pahlawan Nasional bapak Frans Kaisiepo, bapak Pahlawan Nasional Dr. K.H. Idham Chalid, bapak Pahlawan Nasional Mohammad Hoesni Thamrin, ada Prof.Dr.Ir. Herman Johanes dan tokoh terkenal lainnya. Kok kamu teganya mau menghekter gambar mereka, berarti kamu tak menghargai sejarah dong.

Uang Rupiah Baru Emisi 2016 dengan tampilan para tokoh Inspiratif Bangsa/foto/kaskus

Yups, sebagai warga negara yang baik, perlakukanlah uang itu dengan cara yang bijak. Ambillah penjepit uang yang ramah terhadap kertas. Agar nanti uangnya ngak cepat lecet dan kusut.

Bukankah uang kita sudah kualitas bagus, lalu kenapa cepat rusak?

Saya paham maksud kamu. Memang benar, uang rupiah baru emisi tahun 2016 memang dibuat dengan kuaitas terbaik. Bahkan Bank Indonesia, lewat penuturan pak Suhaedi, uang rupiah terbaru ini memiliki kualitas pengamanan tingkat tinggi di dunia. Karena melalui tahapan keamanan yang cukup ketat dan sangat sulit dipalsukan.

Tapi perlu disadari, uang rupiah itu terbuat dari serat kapas. Memang sengaja dibuat demikian biar tahan dari coretan atau basah oleh air. Berbeda dengan kertas biasa yang kalau terkena air besar kemungkinan langsung sobek. Kalau uang rupiah sekalipun sudah kena air, kertasnya masih bisa bertahan. Tidak langsung sobek. Bahkan masih bisa dikeringkan dan dipakai lagi.

Tapipun demikian, uang itu tetap juga masih jenis kertas. Kalau sering diperlakukan dengan tidak ramah, seperti dihekter, lama-lama juga rusak. Apalagi kalau sering basah atau tercuci. Pasti cepet rusaknya.

Lalu apa istimewahnya uang rupiah sekarang?

Kalau dari segi bahan pembuatannya seharusnya kamu sudah bangga. Karena bahan baku pembuatan uang terbaru 2016 itu sudah setara dengan kualitas uang di negara terbaik di dunia. Kualitas pengamanannya sudah canggih. Seperti memberikan memberikan pengamanan efek colour shifting, yang apabila dilihat dari sudut pandang tertentu akan ada warna-warna khusus yang akan memantul, dilengkapi dengan Laten Image; tampilan teks BI dan angka yang tersembunyi; juga menggunakan Blind Code khusus yang tuna netra agar bisa mengenal nominal uang. Lebih kerennya lagi, dilengkapi pengamanan Ultraviolet Feature yang apabila dicek, akan memendarkan 2 warna berbeda di bawah sinar ultraviolet. Selain itu dilengkapi dengan keamanan khusus yang hanya diketahui oleh Bank Indonesia. Jadi, kualitas rupiah terbaru memang jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

Sekarang kamu sudah tahu. Uang rupiah sudah yang terbaik. Pastinya, usaha keras ini patut kita apresiasi dong.

4. JANGAN JADIKAN UANG SEBAGAI ALAT PERAGA KAMPANYE

Kebiasaan buruk dan yang paling parah adalah hal kreasi uang. Saking kebelet pengen jadi bintang, dan terpilih sebagai anggota dewan, uang itu kamu coreti melulu. Seolah-olah uang itu adalah milik kamu untuk selama-lamanya. Kalau memang mau jadi artis, seyogyanya kamu bisa kok pakai alat peraga kampanye paling keren. Semisal video drone di jalanan atau papan iklan di tengah jalan paling besar. Saya jamin kamu pasti terpilih. Kalau pun menemui kegagalan kan tetap bangga. Wajahmu sudah dikenal masyarakat se dusun. Kan lumayan. Nah, kalau kampanye di lembar uang seperti gambar di bawah ini, siapa yang tertarik coba? Enggak ada kan?

Jadi, mulai sekarang berkampanyelah di tempat yang layak.


5. JANGAN MEMBUAT UANG SEBAGAI ALAT PENYALURAN KREATIVITAS

Saking hebatnya kita ini, uang saja dijadikan souvernir. Bahkan dijadikan mahar dalam bentuk perahu atau tangkai bunga. Alasannya sih klasik amat. Katanya inilah seni. Tapi setelah mikir-mikir, iya ada benernya. Tapi di sisi lain, perilaku begitu juga kurang pantas. Karena uang itu fungsinya alat transaksi, bukan alat atau bahan baku kreatifitas.

Ilustrasi gambar oleh google.com

Kalau mau kreatif harusnya kamu ikut jejak pak Warsito, anggota Masyarakat Ilmuan dan Teknologi Indonesia (MITI) yang menciptakan alat penyembuh kangker dengan jaket ciptaanya. Nah, itu baru keren. Melipit-lipit uang itu bukan kreatifitas, tapi merusak. Dan itu tak baik bagi bangsa ini. Coba kamu bayangkan, sebagian besar warga Indonesia, orang-orang berlomba membuat kerajinan tangan dari bahan baku uang kertas, bisa kebayang enggak kacau bangsa ini?

Saya bisa bayangkan betapa sibuknya Bank Indonesia mengganti kurangnya uang beredar dalam masyarakat. Tiap harus menerima uang rusak gara-gara ulah uang yang sering dilipit-lipit. Sebenarnya kalau kamu sadar, uang yang rusak itu akan mengurangi jumlah uang beredar. Akibatnya juga akan mempengaruhi sistem perekonomian.

Nah, sebagai generasi cerdas, cobalah terapkan kreativitasmu ke hal yang lebih bermutu daripada uang. Masih banyak kok yang lainnya dan tidak mesti uang kertas yang bisa dijadikan ajang kreativitas. Ya, kalau memang uang yang dipakai sebagai hiasan itu enggak akan dipakai, ya bukan masalah sih. Tapi bagaimana kalau kau kehabisan duit lalu kamu comot uang itu lagi, dan ternyata sobek pas mau mencomotnya. Kan rugi dong!

Okey! Sekarang 5 tips penting tentang merawat uang rupiah sudah saya bagikan. Sebagai penjaga warung yang memiliki rasa nasionalisme,  saya kira wajib berbagi informasi kebagaikan seperti ini. Siapa tahu tulisan ini bisa saja menyentuh hati dan naluri kebangsaan kita.

Seperti kata pak Mohammad Kamiluddin, inspirator LPDP, " Kita tidak pernah tahu, di titik mana kita akan menginspirasi orang lain."

Dasar itulah saya tulisan artikel sederhana ini. Siapa tahu ada yang terinspirasi dan mengubah pola pikirnya dalam memperlakukan uang rupiah dalam kehidupannya.

Terakhir dari saya, ayuk cintai rupiah.

Gunakan sebagai alat transaksi apapun di dalam negeri.
Kelak suatu hari Indonesia akan berdaulat dan jaya dengan uang bangsa sendiri!

Salam cinta dari saya; penjaga warung di Timur Indonesia! ================================================
Bank Indonesia Poster Event
Diberdayakan oleh Blogger.