Menarik! Yuk Melancong ke Benteng Otanaha

Menarik! Yuk Melancong ke Benteng Otanaha

Dari atas Benteng Otanaha, cahaya matahari terlihat redup. Bias cahaya kuning perlahan berganti warna, merah dan menyebar ke sisi langit. Awan putih seketika terlihat seperti lekukan pasir pantai, berombak dan melukiskan indahnya langit di sore itu. Tepat di bawah kaki Benteng, warga ramai mengepulkan asap, danau limboto pun tampak begitu menantang bila ditatap lama-lama. Duduk di sini seperti sedang menyaksikan sebuah serial film berlatar desa nan sejuk. Padahal, Benteng Otanaha ini berdiri di perkotaan Kabupaten Gorontalo, yang sudah termasuk kota dengan kepadatan penduduk lumayan. Tapi begitulah. Benteng Otanaha memberi hal baru bagi setiap yang datang menjenguknya. Ya, walau sekadar berfoto ria di atasnya. 

Aku duduk di atas pintu Benteng, sambil melirik keindahan alam di sekitar. Di atas benteng ini kumulai mengumpulkan ingatan tentang perjalanan panjang Benteng bersejarah ini. Konon, dalam sejarah, benteng ini adalah markas pertahan pasukan Gorontalo di tahun 1552 Masehi. Benteng ini dibangun dari bahan sederhana. Hanya dengan pasir, batu kapur, dan telur Maleo, benteng Otanaha ini bisa bertahan lama. 
Dalam catatan sejarah, sebagaimana berkembang di masyarakat, benteng ini terdiri dari 3 buah. Ada benteng Otanaha, Ohihiya, dan Oluhupa. Namun, seiring perkembangan zaman, masyarat lebih mempopulerkan nama benteng Otanaha. 

Benteng ini berlokasi di perbukitan Kelurahan Dembe I, Kabupaten Gorontalo. Jika memulai perjalanan dari kota, kurang lebih akan menghabiskan waktu sekitar 40 menit. Oh iya, kalau mau ke tempat ini, disarankan menggunakan motor. Karena, jalan menuju benteng memang terbilang sulit. Ruas jalan kecil, sehingga kendaraan harus hati-hati dan antrean betul. 

Biasanya, kalau datang di sore hari, jalan menuju benteng begitu padat. Kalau ke tempat ini, bagusnya saat pagi hari dimana kendaraan belum tumpah di jalanan. Ada untungnya sih kalau datang di pagi hari. Kamu yang datang masih bisa sarapandi sana dan menikmati kicau burung di alam sekitar benteng. Selain itu, pencahayaan untuk memotret di pagi itu juga lumayan bagus.  Nah, kalau kamu capek, boleh istirahat di rumah kecil yang ada di sekitar benteng. Tempat duduk santai dan beberapa gedung sudah tersedia di tempat ini. Serasa di villa begitulah. Jangan lupa, bawalah persediaan air yang cukup bila mau ke atas. Karena di sana air kurang dan tak ada yang jualan di tempat itu. Kecuali, kamu memang harus turun sedikit ke pemukiman warga yang tak jauh dari benteng.

Benteng Otanaha kini terlihat lebih tua. Dindingnya mulai lapuk dimakan usia. Beberapa bagian ada yang telah retak dan berbungkus lumut hijau. Meskipun begitu, benteng ini masih terlihat perkasa. Jika diperhatikan dari jauh, sepertinya bisa bisa bertahan puluhan tahun, dan bisa jadi umurnya bisa menyentuh abad. Di sekitar benteng telah ditamani bunga hias. Para pelancong bisa kok berfoto sambil menikmati bunga. Turun sedikit dari benteng, kamu juga bisa menikmati pemandangan dari anak tangga yang memanjang dari induk benteng. Tangga itu memiliki beberapa pos untuk istirahat. Dan setiap pos itu bisa dipakai untuk melihat-lihat hijaunya daun dan segarnya alam di sekitar benteng. 

Jangan lupa, sempatkanlah berdiri di atas benteng. Karena itu adalah momen yang menyenangkan. Dari atas benteng, kamu tidak hanya  akan menyaksikan parade rumah tradisional yang di bibir danau Limtoto. Tapi juga bakal mencicipi cita rasa pemandangan yang apik, hamparan sawah membentang luas, danau Limboto yang tenang, corak canvas langit biru dengan sedikit ditemani mega-mega agak kehitam-hitaman.  

Selayaknya wisata, masuk ke benteng Otanaha kini dikenakan biaya sekitar lima ribu rupiah per orang. Biaya itu guna untuk perawatan benteng. Baik kebersihan mau pun kemananan di sana. Bagi yang membawa kendaraan sudah disediakan tempat parkir bebas, gratis. 
LihatTutupKomentar