Surat Cinta Untuk Sang Ayah Karya Kelas Menulis Puisi

Surat Cinta Untuk Sang Ayah Karya Kelas Menulis Puisi

[ Foto Ilustrai by Swiss Winnasis ]

SURAT MAAF UNTUK AYAH
Oleh : Iien_Pradyta

Ku tak tau setinggi apa dosaku terhadapmu...
Tak sadar pula berapa kali ku membuatmu marah...
Terlalu sering ku membuatmu jenuh apa lagi cemburu terhadap ibu...
Sering ku bangga-banggakan ibu di depanmu,
kenapa kau hanya tersenyum??

Tak kutemui keringat menetes dari dahimu...
Tak ku dengar pula keluh sedikitpun dari bibirmu...
Kau sembunyikan itu semua dariku...
Kau selalu bilang "ayah baik-baik saja"

Kenapa kau tak bagi bebanmu kepadaku?? 
Apakah kau berfikir aku tak mampu?? 
Aku selalu marah saat kau bilang kau tak bisa temani aku pergi
Maafkan aku...
Maafkan aku yang berburuk sangka.. 
Ku tau kau hebat ...,
kau luar biasa...

Kau selalu menyembunyikan cintamu.
Cinta yang kau pendam sungguh luas.
Maafkan aku yang tak bisa membantumu.
Maafkan aku yang hanya bisa mendoakanmu.
Ku pernah mendengar sebait doamu tengah malam... 
Hamba tak meminta agar Kau mudahkan urusan hamba,
Tapi hamba meminta agar Kau kuatkan hamba tuk menjalaninya
Maafkan aku yang berburuk sangka atas waktumu.
Maaf...
Maaf...
Maaf...
Anakmu...

Klaten, 07122014
  
SEBONGKAH AKSARA UNTUK AYAHANDA
Oleh : Rahma Asy-Syarif

Ayah...
Tak kusangka tak kuduga
Entah sebab apa ananda tak bisa merasa
Andai engkau tau isi hati ananda
Ananda sangat ingin dalam dekapan erat tubuhmu
Ananda ingin mengungkap kisah dalam batin ini

Dalam duka, engkau bagai bintang dalam kegelapan
Terus bersinar walau kadang tak tampak mata
Indah rasa ananda terlahir sebagai putra Ayahanda
Tapi, tak terharap ananda terbeda dari yang lain

Ananda ingin merasa sebenar jiwa ini
Saat semangat membara bagai kencana
Tiba datang rasa yang tak tergugah bagai air padamkan api
Engkau permata bak mutiara dalam jiwa

Ananda tahu,
Engkau pasti lebih dari pada tahu
Dengarkan putra kecilmu ini duhai Ayahanda
Dengan Sebongkah aksara surat ini,
Ananda sampaikan hajat ananda

Tak terlupa harapan dan doa yang kian membahana
Hanya untuk antuma
Ayah dan Bunda

Sragen, 07-12-2014

*** 
LihatTutupKomentar