/* Posisi Kode di Sini */

Puisi tentang Ayah : Untuk Ayahanda Terkasih

Konten [Tampilkan]



Puisi Tentang Ayah


Oleh : Rini NurMala Sari

Ayah ...
Lihatlah!Kini kutuang rasa
Lewat aksara kuharap, kelak kausudi 'tuk membaca

Ayah ...
Jasamu tiada terkira
Bukan hanya sekedar mencari nafkah
Engkau kerap beriku petuahtuntun diriku dalam melangkah

Ayah ...
Izinkan kuukir namamuselalu dan selamanya di relung kalbu
Agar tak sedetik pun waktukuberlalu tanpa hadirmu

Ayah ...
Meski kini jarak memisah waktu menjadi batas temu kita
Segala apapun takkan mampu luruhkan rasasampai nanti raga didekap barzah



Riau.07.12.2014




TENTANGMU
Oleh : Asiah Ahmad



Kau, Pada malam yang tak berujung
Aku mengais mencari bayang Nanar ...
Tak dapat kugenggam


Kau, Tak sadarkah kau Melarakan batin seorang ibu
Memberi tangis pada segenap hati


Lantas, Apa aku harus menjunjungmu
Saat serpihan hati luluh lantak
Mengaramkan asa pada laut tak bertepi


Untukmu, Tak ada jiwa merindu
Tak inginkan sua meronce
Biarkan senyap merajai
Sebab, temu tak pernah ada
Biarkan aku tak bergeming
Saatku memanggilmu, Ayah ...

Bogor, 07 Des 2014




KUNCI SURGA
Oleh: Farah Riza


Ayah...Kau tapaki jalan berkerikil duri..
Kau arungi samudra berombak duka..
Demi kami, amanah dari Ilahi..


Ayah..Walau perih membalut hari..
Walau jiwa terbakar bara..
Kau tetap melangkah gagah..
Kan kubalas apa...

Ayah..Baktiku takkan pernah sempurna..
Meski harus kukucurkan darah.
Meski harus kukorbankan raga..
Hanya doa dalam simpuhku di sajadah..
Kan kupanjatkan untukmu..


Ayah..Kepada Sang Pencipta semesta..
Berikanlah Ayah sebuah kunci surga..
Kediri, 07.12.2014



RINDU
Oleh: Elfi Ratna Sari


Kali itu aku menatapmu
Gadis tujuh tahun mengumbar tangis
Temaram di kerubungan manusia dewasa
Memandikanmu di tengah banjir kehilangan


Bapak,Sudahkah kau pandang dari balik jendela surga?
Empat belas tahun rindu mengiris


Sungguh,Tetes tumpah ruahIsi hati tersemat doa

Kukata,Rindu rindu rindu
Aku ingin menghambur pelukmu
Mencium bau khas aroma punggung tangan

Laksana kala ituKala kakiku belum sejenjang sekarang
I will always love you


Pati, 7 Desember 2014

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Komentar

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel