Puisi Tentang Ayah dan Kasih Sayang

Puisi Tentang Ayah dan Kasih Sayang


Puisi Tentang Ayah Sangat Sedih


TENTANG LELAKIKU

Oleh : Mawar Dani

Ayah …
Malam ini aku menyurat rindu padamu
Aku ingin kau tahu
Bahwa namamu pun
tersurat sebagai doa dari segala doa cinta cinta kedua bidadariku

Ayah …
Debar kasih ini pun sama seperti aku menyebut nama ibu
Maka hilangkanlah cemburu hatimu
Sebab nasehatmu adalah petunjuk yang mendampingi kehidupanku

Ayah …
Genapilah hidup bidadari yang kusebut ibu
Sebab keajaiban dua hati yang menyatu atas nama Tuhan
Sebenar cinta yang kupedomani

- Medan

 

REMBULAN ITU KAU, AYAH

 Oleh: Rizqiyati
Paripurna cahaya rembulan malam ini

Aku masih ingat betul saat kau membelaiku Dalam pangkuanmu ... Berdongeng untukku ...
Menunjuk gemintang bertaburan
Dan tawamu lepas manakala kutunjuk satu bintang yang paling bersinar

Bibir mungilku berujar
"Itu aku, Ayah ... dan bulan itu Ayah"
Jika suatu saat Ayah kehilangan cahaya Aku siap menyinarinya untukmu

Karena cahayaku kekal
Maka Ayah tak perlu takut meredup Karena aku akan selalu menyinari
Ayah harus percaya padaku Karena akulah bintang senja itu.


Untuk Ayah ...
Hanya untuk Ayah ...
Aku akan selalu benderang


AYAH SANG PECINTA

Oleh: Winosena Arsyad

Sejengkal lagi, Ayah
Mari 'ku papah

Sudah cukup keringat jadi saksi
Kelabu senja retaskan semangat ini
Pun tiada apapun dapat mengganti

Semburat asam di balik keriput kulit
Pikulkan saja pada kami lagi
Biar lidi kami satukan
Menyapu prahara yang terlanjur akrab

Cinta yang mengikatnya
Sakinahnya saling melengkapi
Ma wadda merengkuh cita-cita mulia
Wa rahmah adalah arti kami bagimu.

Pandanglah kami seperti puluhan tahun lalu
Percaya pada kinerja kaki-tangan-Nya
Giliran kami memanen ladang
Karena padi telah menguning; tua


RINDU AYAH
Oleh : Indah

Ayah... malam ini aku sangat merindukanmu
Ingin mencium tanganmu memelukmu dan bercanda lagi denganmu

Ayah ... maafkan aku yang belum bisa menemuimu
Bukan karna egoku tapi maaf ayah
aku belum bisa menerima istri barumu

aku agar ayah selalu bahagia
Serta selalu dalam lidunganNya

Surabaya 07 Desember 2014 (20.06 wib )

*PC* 07122014
Join Telegram @Idgorontalo @Idgorontalo
Cancel