/* Posisi Kode di Sini */

Antara Kita dan Harapan Karya Kelas Menulis Puisi

Konten [Tampilkan]


ANTARA KITA 
Oleh Iien Pradyta

Tak ada kisah kita dibawah hujan...
Aku terlalu gembira saat mencium bau tanah, walaupun dari jendela rumah...
Aku tak pernah menyimpan masa kita di bawah hujan...
Karna hujan lebih indah dinikmati dari balik kaca...
Bersama hujan aku mengingatmu...
Berharap kau kan merasa bahwa aku rindu menatap hujan bersamamu...

Bersama hujan ku curahkan sayang dan rinduku...

Berharap air kan mengalir ke tempat kau menatap hujan...
Dan mengatakan "hujan adalah antara aku dan kau"

Apakah kau mencium perpaduan antara air dan tanah?

Yahh... Inilah yang kita rasakan dulu...
Butiran air turun membasahi jagad raya...
Mencoba menentramkan hati saat aku dan kau tak bersama...
Hujan bukan milik kita...

Saat ini aku berharap agar waktu lamat tuk berputar...

Agar aku puas tuk mengenangmu...
Saat hujan pernah menahanmu disampingku...
Saat hujan kenalkan aku pada kerinduan dan sebuah kenangan...
Izinkan aku mengenangmu bersama hujan...

Tak ada yang tau seberapa besar rasa trimakasihku pada hujan...

Cukup dengan melihatnya aku merasa kau ada...
Apakah hujan adalah penerus jalan cerita kita yang terputus??
Apakah hujan akan terus membersamaiku tuk mengenangmu??
Apakah hujan akan terus mengalir menyeret rindu??
Yah ... Hujan ada diantara kita...

Hujan yang menjadikan aku damai...

Izinkan aku tuk selalu menyambut hujan...
Dan aku akan merasakan...
Aku, kau, dan hujan adalah sahabat..

Klaten, 09 desember '14



HARAPAN
Oleh Reni Permatasari

Dalam kesunyian malam wajahmu terbayang; 
Walau gerimis yang datang tak pernah kusesalkan; 
Karena itu pemberian dari Tuhan;

Kucoba perlahan menjalani kehidupan;

Dan kupandang sampai ke ujung jalan;
Namun wajahmu tak kunjung datang; 

Tangisan awan yang tak kunjung padam; 

Membuatku turut merasakan betapa tak ada perasaan sang bulan; 
Karena terus bersembuyi di kegelapan malam; 

Kucoba renungkan, tangisan awan yang menangis sepanjang malam; 

Dan kucoba tuk mengartikan, kenapa awan tak kunjung tenang; 
Ah..., ternyata awan menunggu datangnya terang;

Kini kucoba tuk bertahan; 

Mengharap bayanganmu datang;
Sampaiku mendapatkan; 
Mendapatkan harapanku berubah menjadi kenyataan. 

Baturaja, 9 Desember 2014 (Hasil karya bersama sahabat Oktri Sinta Jaya)

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Komentar

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel