Hadiah Buku dari Plot Point Publishing

Hadiah Buku dari Plot Point Publishing

Lomba Tulis Nusantara


“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
― Pramoedya Ananta Toer

Saya senang ketika berkesempatan untuk mengikuti pelatihan menulis bersama Tulis Nusantara. Apalagi di saat pemateri dari Plot Point publishing memanggil saya untuk menerima hadiah. Oh, betapa hati saya ikut mekar layaknya mawar, merah merona. Hadiah ini diberikan sebagai penghargaan ketika menulis narasi dan plot cerita sederhana.

Pemateri meminta kami untuk membuat plot dan dideskripsi sederhana tentang sebuah cerita. Dengan syarat, kita harus menggerakkan plot itu menjadi sebuah cerita yang menarik. Awalnya, kami diminta untuk menulis plot cerita tanpa karakter, tapi perubahan tetap ada. Setelah  sukses membuatnya, kemudian plot tadi kami  mengeembangkannya dengan memasukan satu tokoh. Hal itu terus berlanjut hingga kami tidak sadar, satu cerita telah tercipta.

Alhasil, deskripsi dan plot yang saya buat terpilih sebagai salah satu. Saya diundang untuk menerima buku "Art Paper Love". Dengan perasaan deg-degan, saya melangkahkan kaki untuk menyambut hadiahnya. Tak mau ketinggalan momen, saya juga minta foto bareng mbak Salsabeela, salah satu pemateri waktu itu. Ya numpang  keren beken dengan penulis buku terkenal. Iya kan?

Setelah menerima penghargaan ini, saya begitu antusias untuk mencoba menerapkan ilmu yang dibagikan para pendekar  tulis Nusantara. Penuh semangat, saya mempelajari kembali materinya dan mulai menuliskan beberapa cerita mini. Setelah saya dapat point pentingnya, saya jadi malu membaca tulisan-tulisan lama. Idenya awut-awutan tidak menentu arah ceritanya. Kalau pun alurnya dapat, tapi deskripsinya yang kurang menggigit.

Selama proses perbaikan tulisan, saya jadi senyum-senyum sendiri membaca tulisan saya yang super jelek itu.  Tapi saya juga menyadari bahwa inilah awal mula saya akan memantapkan diri untuk mendalami dunia kepenulisan. Paling tidak, saya harus punya satu buku sepanjang hidup saya.

"Jangan mati tidak meninggalkan sejarah, menulislah. Maka sejarah akan bercerita tentangmu." Kata teman saya di suatu kesempatan, ketika diskusi dalam sebuah forum kepenulisan.

Alhamdulillah, buku hadiah dari plot point ini saya sudah "Khatamkan". Tak lupa juga saya menuliskan resensinya. Siapa tahu ada yang berminat untuk membacanya. Mungkin, saya adalah orang kedua yang meresensi buku ini setelah penerbitnya. Saya mencoba membuka beranda google, saya hanya menemukan sedikit ulasan buku ini di blog pribadi mbak Nita trismaya, penulisnya langsung. Tapi tidak bercerita tentang isi buku, hanya sebuah ulasan proses kreatif buku itu hingga nyante di meja penerbit.

Jika mau membaca Resensi Novel "Art Paper Love" mungkin bisa dilihat di kolom buku blog ini. Silahkan dibaca! Eits, kalau ada yang kurang renyah  dalam penyajiannya, ya bolelah kasih masukan. Biar ke depannya saya bisa lebih bagus. Okneyy...?
Join Telegram @Idgorontalo @Idgorontalo

4 Komentar

Cancel