Iklan

Puisi tentang kehidupan : Izinkan Takdirku Tersingkap

Konten [Tampil]
   
    Gelap dan sungguh pekat malam ini
    Suara air yang mengalir terasa keras berbunyi
    Detak jam seperti keras berlari mengejar waktu
    Tak sengaja, bening jernih menetes dari kelopak Mataku


    Nafasku terasa berat melewati rongga dada
    Ada kenikmatan yang kurasa saat nafasku terhempas
    Beban? juga bukan. Tapi, terasa ada rahasia yang belum terjawab
    Cinta. Ya mungkin itu yang membuatku harus terharu


    Tetapi untuk siapa perasaan itu?
   Ah, Aku juga tak tahu. Tuhan juga merahasiakannya

    Selama ini, aku hanya memendamnya untuk seseorang
    Sekarang dia hadir mencumbu hatiku
    Apa mungkin sudah saatnya kuutarakan?

    Humz..Mungkin iya, mungkin juga tidak


    Kelopak mataku terkatup rapat
    Mencoba melenyapkan bayang-bayang rindu padanya
    Ya! rindu di bawah ikatan suci dari sang Ilahi
    Tapi, kenapa hati ini ragu untuk mengucapkannya?
    Ya Allah, kuharus bagaimana?

    Terasa jemariku  mulai basah
    Butiran halus bak kristal menyelinap di sela tanganku
    Sementara lentera menari dimainkan angin lembut
    Kugenggam erat di dadaku mushaf kecil berwarna coklat

    Aku percaya, dengan begitu aku bisa menumpahkan rasaku


    Aku memang tak bisa menjamah masa depan
    Tapi kuyakin, dia adalah pilihanMU ya Rabb
    Maka Izinkan aku membuka Tabir Takdirmu itu

    Walau hanya sedetik saja...

Gorontalo, 11 Februari 2014
Idrus Uzumafillah
----------------------
Sumber foto Pixabay

Subscribe Our Newsletter

Related Posts

Buka Komentar
Tutup Komentar

Posting Komentar

Silakan berikan komentar. Centang kotak "Notify me" untuk mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.

klan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel